Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR bandang yang melanda Kabupaten Padang Lawas, Sumatra Utara, pada Jumat lalu (12/3) masih berdampak pada kehidupan masyarakat. Pemerintah daerah masih melakukan upaya penanganan darurat pascabanjir hingga hari ini.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan BPBD Kabupaten Padang Lawas menginformasikan pascakejadian, kawasan terdampak masih menyisakan material lumpur.
"BPBD bersama dinas terkait dan masyarakat terus membersihkan material lumpur. Wilayah terdampak banjir bandang ini antara lain lima desa di Kecamatan Ulu Barumun yakni Desa Pintu Padang, Paringgonan, Paringgonan Julu, Matondang dan Simanuldang," kata Raditya dalam keterangan resmi, Rabu (17/3).
Adapun, banjir bandang menghanyutkan 6 unit rumah warga, sedangkan 2 unit rumah rusak sedang dan 6 lainnya rusak ringan. Di samping itu, 57 unit rumah dan sejumlah fasilitas umum dan sosial terdampak peristwa yang terjadi pada malam hari, sekitar pukul 21.00 WIB.
Pascakejadian, warga yang rumahnya hanyut atau roboh masih mengungsi di tenda pengungsian dan sebagian mengungsi ke rumah kerabat. Data BPBD Padang Lawas mencatat 14 KK mengungsi dan 57 KK terdampak.
Kejadian ini dipicu salah satunya hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya Sungai Batang Taris. Saat insiden berlangsung, tinggi muka air antara 50 – 300 cm.
Merespons bencana saat itu, BPBD Kabupaten Padang Lawas segera melakukan upaya darurat di bawah kendali pos komando yang cepat terbentuk. Upaya darurat yang dilakukan antara lain, penyelamatan dan evakuasi, pendirian tenda keluarga, pendistribusian air bersih dan sembako serta pendataan dan koordinasi dengan banyak pihak.
"Hasil pendataan kebutuhan mendesak yang masih diperlukan antara lain alat transportasi untuk distribusi bantuan, pakaian, sembako, tangki air bersih, MCK darurat, vitamin dan obat-obatan," pungkas Raditya.(H-1)
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
Hingga Senin (19/1), banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi antara 10 hingga 200 sentimeter.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
BANJIR dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memutus akses jalan masyatakat dan merusak rumah warga.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Nasional Letjen TNI Suharyanto menegaskan, pemerintah tidak membeda-bedakan satu daerah dengan daerah yang lain.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
KEMENTERIAN Kehutanan memanfaatkan kayu gelondongan yang hanyut akibat bencana hidrometeorologi untuk penyediaan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak di Aceh Utara dan sumut
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga tiket pesawat yang mahal untuk menuju titik bencana di Sumatra dan Aceh.
Sejumlah provinsi telah mengirimkan relawan kemanusiaan, di antaranya Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sigit berharap dengan adanya gotong royong polisi dan warga ini, anak-anak bisa segera kembali ke kursi sekolah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved