Jumat 12 Maret 2021, 17:28 WIB

Tiongkok Sukses Luncurkan Roket Long March 7A

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Tiongkok Sukses Luncurkan Roket Long March 7A

AFP
Ilustrasi

 

TIONGKOK meluncurkan roket Long March 7A generasi selanjutnya dari situs peluncuran Wenchang di provinsi Hainan pada Jumat (12/3) pagi, setahun setelah kegagalan peluncuran sebelumnya.

Peluncuran tersebut mengirimkan satelit verifikasi teknologi, Shiyan-9 yang dikembangkan oleh China Academy of Space Technology, ke orbit geosinkron yang sesuai dengan rotasi bumi.

China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) kontraktor luar angkasa Tiongkok, mengonfirmasi keberhasilan peluncuran tersebut di akun media sosial resminya 40 menit kemudian.

CASC berencana untuk melaksanakan antara tiga hingga lima CZ-7A yang diluncutkan setahun pada 2025. Kesuksesan peluncuran ini dipandang sebagai terobosan bagi Tiongkok karena Long March 7A dapat meningkatkan bobot muatan ke orbit geosynchronous dari 5,5 ton menjadi 7 ton, menurut rilis resmi CASC.

CZ-7A adalah roket berbahan bakar cair tiga tahap dengan pengangkatan sedang. Pesawat ini diharapkan memainkan peran penting dalam misi orbit tinggi Tiongkok.

Roket sepanjang 60 meter dan berat 573 ton ini dirancang terutama untuk pengiriman satelit geostasion, dan dapat diluncurkan dari situs Wenchang dan Pusat Peluncuran Satelit Xinchang di provinsi Sichuan.

Baca juga : Eijkman: Vaksinasi Perlu Dipercepat Sebelum Bermutasi

CZ-7A adalah varian dari CZ-7 yang dirancang terutama untuk meluncurkan pesawat kargo ke stasiun luar angkasa Tiangong yang direncanakan di Tiongkok. Dengan kapasitas muatan lebih dari 13,5 ton, CZ-7 dapat mengirim lebih banyak pasokan ke luar angkasa pada satu waktu, membantu astronot Tiongkok di masa depan untuk tinggal di stasiun luar angkasa lebih lama.

Tiongkok akan meluncurkan 11 misi tahun inu dan tahun depan saat membangun stasiun luar angkasa. Ini akan terdiri dari tiga peluncuran modul, empat misi kargo Tianzhou, dan empat penerbangan awak.

Mereka berencana untuk meluncurkan modul inti Tiangong pada musim semi ini dan akan menyelesaikan konstruksi pada akhir tahun depan.

Long March 7 membuat 12 terobosan dan menguasai 96 teknologi utama, serta mewakili kemampuan mutakhir penelitian dan pengembangan roket Tiongkok, kata tim peneliti roket pada 2017.

Pada Maret 2020 lalu, peluncuran pertama CX-7A mengalami kegagalan karena hilangnya tekanan yang terhadi setelah pemisahan tahap pertama hingga menyebabkan kerusakan mesin. (SMCP/OL-2)

 

Baca Juga

AFP

Prediksi Sebelum Munculnya Omicron, Gelombang ke-3 bisa Capai 400 Ribu Kasus

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Senin 29 November 2021, 18:19 WIB
Tingkat penularan yang diinput sebesar 40 hingga 50 persen. Dewi mengeklaim skenario tersebut dibuat sebelum muncul temuan virus...
AFP

Umrah Uji Coba Segera Diberangkatkan, Pesertanya Pimpinan PPIU

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Senin 29 November 2021, 16:53 WIB
Pemberangkatan ujicoba dengan memberangkatkan para pimpinan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), tujuannya agar setiap PPIU...
Ist

Dukung Indonesia Menuju Net Zero Carbon dengan Tanam Pohon Trembesi

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 29 November 2021, 16:04 WIB
Menurut Dr. Ir. H. Endes N. Dahlan,  trembesi dapat menyerap CO2 sebesar 28.5 ton/pohon/ tahun dibandingkan dengan pohon akasia yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya