Jumat 12 Maret 2021, 17:00 WIB

Eijkman: Vaksinasi Perlu Dipercepat Sebelum Bermutasi

Mediaindonesia.com | Humaniora
Eijkman: Vaksinasi Perlu Dipercepat Sebelum Bermutasi

indianexpress.com
Vaksinasi

 

Kepala Lembaga Biologi Molekular Eijkman, Amin Soebandrio mengatakan program vaksinasi COVID-19 perlu dipercepat sebelum virus SARS-Cov2 penyebab penyakit tersebut bermutasi semakin banyak.

"Sebelum virus ini berubah bentuk, sistem kekebalan tubuh kita harus dibentuk," kata Amin pada talkshow tentang pemantauan genomik varian baru SARS-Cov2 di Indonesia yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat(12/3) .

Dia mengatakan terkait munculnya mutasi virus corona, ada rekomendasi agar sedapat mungkin vaksinasi diselesaikan lebih cepat sebelum virusnya bermutasi.

"Kita mendorong mereka yang sudah punya kesempatan divaksinasi jangan ditunda, jangan ditolak. Maka vaksinasi lah," katanya.

Vaksinasi, menurut dia, tidak serta merta menghentikan pandemi dan bukan berarti setelah divaksin tubuh akan kebal terhadap virus. Munculnya varian baru dari Covid-19 menjadi dorongan agar tetap harus menerapkan protokol kesehatan.

"Ada kemungkinan sudah divaksin masih tetap terkena Covid-19, bisa jadi varian baru. Yang harus kita lakukan untuk mencegah ini, apapun variannya perlakuannya sama, protokol kesehatan harus diterapkan," tegasnya.

Pada 2 Maret 2021, Kementerian Kesehatan mengumumkan ditemukannya varian baru SARS-Cov-2 di Indonesia yang sebelumnya ditemukan di Inggris, dan terbukti memiliki laju penularan lebih cepat hingga 74 persen.

Hingga saat ini enam kasus varian baru B117 asal Inggris telah ditemukan di Indonesia. Selain B117, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan dua varian baru virus SARS-Cov2 yang perlu dipantau, yaitu B1351 yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan dan B1128 dari Brazil.

Pemerintah terus melakukan program percepatan vaksinasi sebagai upaya menghambat laju pandemi. Tercatat hingga Kamis (11/3) sebanyak 3.696.059 jiwa telah menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama.

Sementara 1.295.615 jiwa telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua. Adapun target sasaran vaksinasi sebanyak 40.349.051 orang dan sasaran vaksinasi tenaga kesehatan sebanyak 1.468.764 orang. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Antara

Waspada Omikron, Satgas Ingatkan Kelompok Rentan Kurangi Interaksi

👤Ant 🕔Kamis 20 Januari 2022, 23:35 WIB
Menurut Kemenkes, hingga Kamis pagi total ada 882 kasus infeksi varian omikron di...
Dok. Okwifood

Kolaborasi dengan BRIN, Okwi Food SIap Bawa Cita Rasa Kuliner Indonesia Mendunia 

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 23:33 WIB
Okwi Food yang dibesut oleh anak-anak muda Lampung, optimistis mampu mengambil peran sebagai pihak pengembang kuliner usaha mikro kecil...
Antara/Mohammad Hamzah

Anggaran Berkurang, Menko PMK Tegaskan Tetap Maksimal Tangani Masalah Stunting 

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Kamis 20 Januari 2022, 22:53 WIB
“Presiden telah mendelegasikan wewenang sepenuhnya kepada BKKBN, jadi saat ini lebih pada peningkatan performa, bujet akan kita...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya