Sabtu 06 Maret 2021, 21:15 WIB

Pemanfaatan Ruang Efektif Kurangi Dampak Bencana Hidrometeorologi

SuryaniWandarai Putri Pertiwi | Humaniora
Pemanfaatan Ruang Efektif Kurangi Dampak Bencana Hidrometeorologi

Antara/Oky Lukmansyah
Dampak banjir bandang di kabupaten tegal, Jawa Tengah

 

BADAN Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) mengajak berbagai pihak untuk mendiskusikan topik bencana hidrometeorologi, baik basah dan kering. Salah satunya, pengendalian pemanfaatan ruang dan pengawasan pemanfaatan ruang dan lingkungan yang berkelanjutan di daerah, khususnya daerah konsesi. 

Hal ini disampaikan pada hari ektiga Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) 2021, Jumat (5/3).

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan resminya, inisiasi ini didukung oleh beberapa pihak, misalnyua Kementerian ATR/BPN yang mana sudah memiliki Inspektur tata ruang yang akan mengawasi dan mengendalikan pemanfaatan ruang secara umum. 

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga menyebutkan bahwa pemanfaatan lingkungan harus seimbang dengan upaya konservasi. Eksekusi di lapangan sekarang menjadi hal penting yang ditunggu masyarakat karena pengendalian pemanfaatan ruang ini tentu berkaitan dengan dua hal yakni pencegahan dan penegakan hukum.

Beberapa hal yang dihasilkan dalam diskusi untuk tindak lanjut pada tahap implementasi ini antara lain. Penyusunan kebijakan harus mempertimbangkan waktu implementasi. Di daerah, implementasi kebijakan, khususnya penanggulangan bencana harus bisa terimplementasikan dalam waktu jabatan berjalan pimpinan daerah yang bersangkutan.

Untuk itu, pemerintah daerah untuk segera menyusun rencana kontinjensi yang sesuai dengan karakteristik bencana utama di provinsi masing-masing. 

"Renkon Provinsi ini harus berdasar kepada rencana kontinjensi di tiap-tiap kabupaten/kota di provinsi tersebut. Kemudian, Pimpinan daerah (Provinsi, Kab/Kota) agar memaparkan rencana kontinjensi tersebut kepada BNPB dan bersiap untuk melakukan drill/simulasi tingkat provinsi," kata Raditya.

Selain itu, Pengendalian pemanfaatan ruang berbasis landscape terbukti efektif menurunkan laju deforestasi. Mitigasi berbasis ekosistem seperti penanaman vegetasi tidak hanya mengurangi potensi longsor tetapi juga mengurangi run off yang masuk ke sungai.

Baca juga : OJK dan IJK Galang Dana Bantu Tangani Covid-19 dan Bencana

"Untuk itu Pemerintah Daerah ditantang untuk melakukan penanaman vegetasi berakar kuat yang bisa mengikat tanah dan menahan air di daerah dengan kelerengan lebih dari 30 derajat dan dan vegetasi penahan limpasan runoff (seperti vetiver) di sepanjang aliran sungai, berkoordinasi dengan pemerintah khususnya KLHK, Kem PUPR dan BNPB," kata Raditya. 

Dalam bencana karhutla, operasi udara sepenuhnya didukung oleh pemerintah. Tetapi ini saja tentu tidak cukup, upaya penegakan hukum di lapangan harus menjadi bagian yang terintegrasi dalam upaya pencegahan. 

Sistem hukum administrasi kita memungkinkan sanksi administrasi berjalan tanpa proses pengadilan. Jika ditemukan pelanggaran dengan bukti yang valid, maka sanksi admininstrasi seperti pencabutan ijin usaha perusahaan dapat dilakukan.

Untuk itu, kepada pemerintah daerah agar melakukan upaya pencegahan bencana Karhutla dengan target luas wilayah yang terdampak tahun ini tidak boleh lebih luas dari tahun 2020 di tiap-tiap daerah. 

"Lakukan upaya pencegahan secara maksimal karena pemerintah siap mendukung langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah. Optimalkan peran TNI-POLRI dalam setiap operasi pencegahan dan penegakan hukum," ujar Raditya.

Di sisi lain, pengalaman di Kalimantan Barat membuktikan bahwa pelibatan masyarakat dalam wadah Desa Mandiri efektif dalam menekan laju Karhutla. Inisiatif seperti ini bisa direplikasi di provinsi lain dan dalam bentuk lain sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing.

"Pemerintah daerah di kawasan yang rawan Karhutla ditantang untuk membangun inisiatif-inisiatif pelibatan masyarakat dalam upaya pencegahan bencana Karhutla," pungkas Raditya (OL-7)

Baca Juga

Instagram @jokowi

Presiden: Penanganan Kesehatan & Pemulihan Ekonomi Harus Seimbang

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 15 April 2021, 05:29 WIB
Dua hal tersebut harus berjalan secara beriringan dan seimbang agar krisis akibat pandemi betul-betul bisa...
MI/Seno

Tolak Bala Kalangan Wali

👤Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal 🕔Kamis 15 April 2021, 03:00 WIB
SUATU ketika Rabi’ah al-Adawiyah, seorang sufi perempuan terkenal, mengembara demi mencari tempat yang lebih tenang dan khusyuk untuk...
DOK/Kalbis Institute

Mahasiswa Kalbis Institute Borong Hibah Kompetisi Kewirausahaan

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 15 April 2021, 00:33 WIB
Tiga tim dari Kalbis Institute mampu menduduki posisi enam besar dan memenangkan hadiah sebesar Rp25 juta serta berhak mendapatkan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya