Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Pembangunan Kota Mandiri Dinilai Perlu Terintegrasi dengan Tata Ruang Regional

M Ilham Ramadhan Avisena
15/1/2026 18:56
Pembangunan Kota Mandiri Dinilai Perlu Terintegrasi dengan Tata Ruang Regional
Kunjungan The HUD Institute ke BSD City, kawasan mandiri besutan Sinar Mas Land(MI)

The HUD Institute melakukan kunjungan ke BSD City untuk meninjau praktik perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan kota mandiri. Kunjungan tersebut dilakukan di tengah dorongan pembangunan sektor perumahan dan kawasan berskala besar.

Ketua Umum The HUD Institute, Zulfi Syarif Koto, mengatakan BSD City memiliki posisi penting dalam sejarah pembangunan kota mandiri di Indonesia karena sejak awal dirancang dalam kerangka tata ruang regional Jabotabek.

“BSD City disiapkan sebagai bagian dari sistem perkotaan Jabotabek melalui Rencana Umum Tata Ruang dan rencana kawasan Serpong. Ini menunjukkan kota tidak dirancang berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan wilayah sekitarnya,” ujar Zulfi, Kamis (15/1).

Menurutnya, pendekatan tersebut berbeda dengan sejumlah kota baru yang berkembang tanpa perencanaan regional yang kuat, sehingga menimbulkan persoalan seperti kemacetan, keterbatasan layanan publik, dan fragmentasi sosial.

Zulfi menambahkan, pada tahap awal pengembangannya, BSD City tidak hanya membangun kawasan perumahan, tetapi juga fasilitas pendukung seperti sekolah lintas agama, pasar tradisional, terminal angkutan, kawasan industri, serta ruang terbuka hijau.

“Kota tidak hanya soal rumah. Ia harus menyediakan ruang untuk bekerja, belajar, dan berinteraksi,” katanya.

Ia juga menyinggung krisis moneter 1998 yang berdampak pada keberlanjutan pengembangan BSD City. Menurutnya, krisis tersebut menunjukkan bahwa pembangunan kota memerlukan ketahanan finansial jangka panjang.

“Krisis memperlihatkan bahwa kota juga rentan terhadap gejolak ekonomi,” ujarnya.

Selain itu, Zulfi menilai fleksibilitas perencanaan menjadi faktor penting dalam pembangunan kawasan perumahan. Perencanaan yang terlalu kaku, kata dia, menyulitkan adaptasi terhadap perubahan pasar dan daya beli masyarakat.

Dari sisi kebijakan, Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Ronnv A. Hutahavan, menyatakan pembangunan kawasan seperti BSD City menunjukkan peran infrastruktur yang lebih luas.

“Pembangunan kawasan tidak hanya soal bangunan fisik, tetapi juga dampaknya terhadap penghidupan masyarakat secara inklusif,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah tengah menyiapkan regulasi Transit Oriented Development (TOD) sebagai payung kolaborasi lintas sektor agar pembangunan kawasan memberikan dampak langsung bagi wilayah sekitar.

Sementara itu, Senior Vice President of Corporate Affairs Sinar Mas Land, Panji Himawan, mengatakan pihaknya menyambut baik kunjungan dan masukan dari The HUD Institute.

“BSD City terus berupaya menyeimbangkan pertumbuhan fisik dengan penguatan ekosistem sosial, tata kelola, dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya