Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
LATIHAN atau olahraga intensitas rendah direkomendasikan kepada orang-orang dari segala usia untuk menjaga kelincahan dan kebugaran. Yang menarik ada temuan penelitian baru menunjukkan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas ringan, termasuk berbelanja atau jalan-jalan santai, dapat melindungi mobilitas pada wanita yang lebih tua.
Penelitian itu diterbitkan dalam edisi online JAMA Network Open yang dipimpin tim ilmuwan dari Sekolah Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Umur Panjang Manusia Herbert Wertheim di UC San Diego. Diketahui satu dari empat wanita di atas usia 65 tahun tidak dapat berjalan sepanjang dua blok atau menaiki tangga.
Itu dikenal sebagai disabilitas mobilitas. Hal tersebut merupakan jenis ketidakmampuan utama di Amerika Serikat dan penyebab utama hilangnya kemerdekaan seseorang.
Para peneliti menemukan bahwa wanita yang tidak memiliki disabilitas mobilitas pada awal penelitian dan banyak melakukan aktivitas intensitas ringan memiliki 40% lebih kecil kemungkinan mengalami kehilangan mobilitas selama periode enam tahun. "Orang dewasa yang lebih tua dan ingin mempertahankan mobilitas harus tahu bahwa semua gerakan, tidak hanya aktivitas fisik sedang hingga berat, penting," kata penulis senior Andrea LaCroix PhD MPH, Profesor Terhormat dan Kepala Divisi Epidemiologi di Herbert Wertheim Sekolah Kesehatan Masyarakat.
LaCroix menambahkan pihaknya menemukan bahwa di antara wanita yang lebih tua, aktivitas fisik dengan intensitas ringan dapat menjaga mobilitas di kemudian hari. Studi prospektif mengamati 5.735 wanita berusia 63 dan lebih tua yang tinggal di Amerika Serikat dan terdaftar dalam Aktivitas Fisik Terukur Secara Objektif dan Studi Kesehatan Kardiovaskular.
Peserta selama tujuh hari mendapatkan pengukuran yang akurat dari aktivitas fisik mereka. Waktu rata-rata yang dihabiskan dalam aktivitas fisik ringan selama 4,8 jam per hari.
Peneliti menemukan bahwa wanita yang menghabiskan waktu paling banyak untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas ringan memiliki risiko kehilangan mobilitas 46% lebih rendah dibandingkan dengan wanita yang berpartisipasi dalam aktivitas fisik tingkat rendah. Hasil serupa diamati di antara wanita kulit putih, kulit hitam, dan Latin. Wanita dengan dan tanpa obesitas juga memiliki kemampuan mengurangi risiko disabilitas mobilitas, tetapi manfaatnya paling kuat di antara wanita dengan indeks massa tubuh (BMI) kurang dari 30.
"Aktivitas fisik sedang hingga berat semakin sulit dilakukan seiring bertambahnya usia. Mengingat populasi yang menua di Amerika Serikat, temuan ini dapat berdampak besar pada rekomendasi kesehatan masyarakat, dengan lebih fokus pada pentingnya aktivitas fisik ringan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan wanita yang lebih tua. Melakukan hal itu dapat membantu wanita mempertahankan mobilitas dan kemandirian seiring bertambahnya usia," kata rekan penulis John Bellettiere PhD, profesor epidemiologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Herbert Wertheim.
Orang dewasa di Amerika Serikat yang berusia 65 tahun ke atas berjuang keras untuk memenuhi pedoman aktivitas fisik yang merekomendasikan aktivitas fisik sedang hingga kuat selama 150 menit per minggu. Tidak ada panduan yang tersedia tentang seberapa banyak aktivitas ringan yang harus dilakukan mereka, terutama karena sangat sedikit penelitian yang menyelidikinya.
Penulis studi mengatakan data mereka menunjukkan bahwa aktivitas ringan kemungkinan penting untuk menjaga mobilitas yang penting untuk penuaan yang sehat. Orang dewasa yang lebih tua dengan disabilitas mobilitas mengalami lebih banyak perawatan di rumah sakit dan menghabiskan biaya lebih besar untuk menjaga kesehatan. Perempuan menanggung beban disabilitas mobilitas yang tidak proporsional.
"Tingkat aktivitas fisik intensitas ringan yang tertinggi tidak diperlukan. Setelah lima jam aktivitas, kami mengamati tidak ada peningkatan lebih lanjut dalam manfaat," kata penulis pertama Nicole Glass MPH, kandidat doktoral di Program Doktor Bersama San Diego State University/UC San Diego di Kesehatan Masyarakat.
"Selain itu, hasil kami menunjukkan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas ringan dikaitkan dengan mobilitas yang terjaga terlepas dari jumlah aktivitas fisik dengan intensitas lebih tinggi, seperti jalan cepat, joging, atau lari, yang dilakukan wanita. Jadi, apakah Anda berolahraga atau tidak, aktivitas fisik dengan intensitas ringan yang lebih tinggi itu sehat," tambah Glass. (Healthshots/OL-14)
Sejumlah jenis makanan tidak dianjurkan untuk dipanaskan berulang kali karena dapat merusak zat gizi dan bahkan memicu pembentukan senyawa berbahaya bagi kesehatan.
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Momentum kebangkitan Putri di awal tahun ini bertepatan dengan apresiasi yang diterimanya dari instansi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Di saat poin kritis, mereka mampu meminimalisasi kesalahan sendiri dan tampil lebih taktis. Memanfaatkan celah di pertahanan lawan, Aldila/Olmos menutup set pertama dengan keunggulan 7-5.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
AHLI gizi di luar negeri menekankan bahwa kurma merupakan sumber energi cepat yang nyata dan berguna dalam rutinitas makan sehari-hari.
Tak kalah mencuri perhatian, Richie Leo, pelari berusia 67 tahun, membuktikan bahwa usia bukan halangan dengan memenangkan kategori Master.
Berbeda dari konsep fun run pada umumnya, PacaRUN justru mengajak peserta untuk melambat, membuka diri, dan menikmati setiap momen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved