Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH studi baru-baru ini menunjukkan bahwa ibu hamil yang telah sembuh dari infeksi covid-19 dapat memberikan antibodi kepada bayi di dalam rahimnya. Dengan begitu, saat lahir bayi tersebut sudah memiliki antibodi atau perlindungan untuk melawan virus korona.
Penemuan ini seperti dilansir dari Edition CNN juga menunjukkan bahwa memberi vaksinasi pada ibu hamil juga dapat melindungi bayi mereka yang belum lahir hingga saat lahir nanti.
Spesialis bayi baru lahir, Dr Dustin Flannery dari Rumah Sakit Anak Philadelphia menganalisis lebih dari 1.400 ibu dan bayi yang baru lahir. Hasilnya, mereka menemukan bahwa antibodi IgG ditransfer melalui plasenta pada 72 dari 83 ibu hamil yang terinfeksi virus korona.
"Temuan kami menunjukkan potensi antibodi khusus SARS-CoV-2 diturunkan dari ibu untuk memberikan perlindungan dari penyakit covid-19 setelah lahir," tulis peneliti dalam Journal of the American Medical Association's JAMA Pediatrics, yang dilansir dari CNN Health.
Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa setelah lahir tidak ada bayi yang tertular dari ibu yang terinfeksi virus korona. Meski 60 persen wanita yang memiliki antibodi terhadap virus korona tidak memiliki gejala.
Sebuah pertanyaan menggelitik datang dari Dr Flor Munoz, ahli virologi molekuler di Baylor College of Medicine yang tidak terlibat dalam penelitian ini. Ia mempertanyakan, bisakah antibodi ibu membantu menunda timbulnya infeksi atau melindungi bayi agar tidak terinfeksi, menderita penyakit parah, atau sekarat karena covid-19?
Menurutnya, bayi baru lahir rentan terhadap infeksi, dan perlindungan apa pun akan diterima. Tetapi juga diketahui bahwa antibodi terhadap virus lain, seperti influenza atau tetanus, cepat luntur ketika ditularkan dari ibu ke bayi selama kehamilan.
"Jadi penting untuk mempelajari kapan dan bagaimana memberi vaksin pada bayi," tukasnya. (Medcom.id/H-2)
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Sentuhan ini ternyata sudah bisa dirasakan oleh bayi di dalam kandungan saat kehamilan memasuki trimester kedua.
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
Anemia bukan sekadar masalah kekurangan darah biasa, melainkan pemicu berbagai komplikasi serius.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
Darah implantasi adalah flek ringan tanda awal kehamilan. Ketahui ciri, penyebab, waktu muncul, dan cara membedakannya dari haid.
Perawatan bayi prematur tidak hanya berfokus pada kelangsungan hidup, tetapi juga pada kualitas tumbuh kembang mereka.
Imunisasi dengan Palivizumab direkomendasikan oleh IDAI untuk mencegah bayi yang lahir prematur mengalami penurunan kesehatan karena infeksi RSV.
RSV adalah virus yang sangat umum dan menular. Pada bayi prematur, saluran napas yang kecil dan fungsi paru-paru yang belum berkembang penuh tidak mampu menangani peradangan
Upaya pencegahan dan deteksi dini menjadi sangat penting agar anak bisa tercegah dari risiko penularan penyakit tersebut.
RSV menyebar melalui percikan napas, sentuhan, dan permukaan yang terkontaminasi. Karena itu, langkah pencegahan sederhana sangat penting untuk melindungi bayi prematur
Setiap tahun, lebih dari 675.000 bayi lahir prematur di Indonesia, menempatkan Indonesia pada peringkat ke-5 di dunia dengan jumlah kelahiran prematur tertinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved