Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ALIANSI Jurnalis Independen (AJI) Jakarta merilis hasil survei terkait kekerasan seksual di kalangan wartawan. Hasilnya, dari 34 jurnalis dari berbagai kota yang mengisi kuesioner, terdiri dari 31 perempuan dan 3 laki-laki, 25 di antaranya pernah mengalami kekerasan seksual.
"Ada 34 jurnalis dari berbagai kota yang mengisi survei kami, 25 responden pernah mengalami kekerasan seksual," kata Koordinator Divisi Gender, Anak dan Kelompok Marjinal AJI Jakarta Widia Primastika dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (16/1).
Survei yang dilakukan pada Agustus 2020 ini, diketahui sebanyak 15 responden menjawab mengalami pelecehan saat liputan, 8 saat di kantor, 15 di luar waktu kerja yang masih berhubungan dengan profesi, dan 1 dalam acara pertemuan jurnalis.
"Saat kami menanyakan bentuk kejadian kekerasan seksual, ada lebih dari 25 jawaban. Artinya, mereka pernah mengalami kekerasan seksual lebih dari satu kali," sebutnya.
Adapun jenis media dari responden juga beragam, yakni 20 media online, 7 media cetak, 5 media televisi, dan 2 media radio.
Oleh karena itu, ia mengingatkan kekerasan seksual bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang jabatan, gender, dan terjadi kapan saja.
"Jurnalis rentan mengalami kekerasan seksual baik saat berada di dalam sebuah kegiatan bersama jurnalis, saat liputan di lapangan, maupun saat berada di kantor," paparnya.
Menurutnya, perlindungan dan pemulihan bagi jurnalis kekerasan seksual masih minim, bahkan masih banyak jurnalis yang disalahkan dan kasusnya diabaikan.
Organisasi jurnalis, termasuk di antaranya AJI Indonesia dan AJI Jakarta, merekomendasikan wajib memiliki SOP Penanganan Kekerasan Seksual yang komprehensif dan berperspektif korban.
Kemudian perusahaan media sebaiknya membentuk SOP Penanganan Kekerasan Seksual yang berperspektif korban sebagai instrumen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta memberikan pelatihan sensitif gender bagi seluruh pekerjanya.
"Meminta kepada Dewan Pers untuk mendorong media agar membentuk SOP Penanganan Kekerasan Seksual yang berperspektif korban sebagai komitmen dalam mewujudkan ruang kerja yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan seksual bagi semua jurnalis," pungkasnya. (Fer/OL-09)
Laporan terbaru Indeks Keselamatan Jurnalis (IKJ) 2025 mengungkapkan penurunan skor menjadi 59,5%, turun sekitar 0,9 hingga 1 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
JURNALIS Metro TV di Bulukumba, Ifa Musdalifah, harus berhadapan dengan ancaman digital usai menjalankan tugasnya meliput demonstrasi di Kantor DPRD Bulukumba, Rabu (4/2).
KETUA Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan peran pers sebagai cermin yang memantulkan realitas yang terjadi di pemerintah maupun masyarakat.
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan bahwa sinergi antarlembaga merupakan kunci utama agar setiap kasus yang menimpa insan pers dapat diselesaikan secara berkeadilan.
Lilik bercerita, tulisannya mengangkat cerita perjalanan panjang energi. Mulai dari minyak mentah sampai menjadi produk BBM yang ramah lingkungan dan produk gas
WAKIL Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, mengatakan, peningkatan kompetensi jurnalis menjadi hal krusial di tengah gempuran teknologi kecerdasan artifisial (AI).
PWI bentuk satgas anti kekerasan wartawan ungkap kasus Karo dan Labuanbatu
LEBIH dari 800 jurnalis dan pekerja media di seluruh dunia telah menandatangani petisi yang menuntut Israel mengakhiri pembunuhan jurnalis di Palestina.
POLDA Metro Jaya menerima laporan dari wartawan CNN Indonesia TV, Valencia atas kekerasan yang diterimanya pada acara diskusi Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) '
Sekjen Golkar H.Lodewijk Freidrich Paulus mengecam tindakan kekerasan terhadap awak media yang dilakukan organisasi pemuda yang mengatasnamakan Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG).
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho mengatakan, pers harus mampu menempatkan diri dalam posisi yang berkeadilan dan menjadi sumber gaduh.
Wartawan sering dilecehkan, diintimidasi, ditahan, dan dipenjara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved