Jumat 15 Januari 2021, 00:06 WIB

Menristek Minta Pasien Sembuh Covid-19 Diwajibkan Donor Plasma

Fausttinus Nua | Humaniora
Menristek Minta Pasien Sembuh Covid-19 Diwajibkan Donor Plasma

Antara/Fauzan
Terapi plasma Konvalesen

 

MENTERI Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menganjurkan, pasien yang sembuh dari Covid-19 sebaiknya diwajibkan melakukan donor plasma konvalesen. Pasalnya, dari berbagai hasil penelitian termasuk Lembaga Eijkman, pasien sembuh dari Covid-19 mempunyai kadar antibodi yang tinggi dalam plasmanya.

"Mungkin memang harus ada penekanan bahwa setiap pasien yang sembuh (Covid-19) sedang dan berat itu sebaiknya diwajibkan mendonori. Karena bagaimana pun ini akan membatu orang lainnya," ungkap Bambang dalam wawancara bersama Media Indonesia, Kamis (14/1).

Dijelaskannya, terapi plasma saat ini memang tengah populer. Kementerian Kesehatan dan Kemenristek pun menjadi koordinator upaya tersebut.

Melalui Lembaga Eijkman yang berada di bawah Kemenristek ditemukan metode untuk mengukur kadar antibodi yamh ada dalam plasma tersebut. Dalam uji klinis, plasma akan efektif diberikan ke penyintas Covid-19 bila tingkat antibodinya tinggi. "Kan tugasnya plasma ketika masuk ke tubuh kita adalah menghasilkan antibodi untuk melawan Covid-19," tambahnya.

Dari hasil uji klinis juga diketahui bahwa kadar yang paling tinggi umumnya ditemukan pada penyintas Covid-19 yang sembuh. Individu yang pernah terinfeksi Covid-19 sedang sampai berat memiliki tingkat antibodi yang tinggi dalam plasmanya.

Baca juga : 

"Ketika sembuh dia donor plasma maka potensinya sangat bagus untuk diberikan kepada orang yang sedang sakit Covid-19," kata Menristek.

Selain itu, dari hasil uji klinis pun ditemukan plasma akan efektif diberikan bila pasien masih dalam kondisi ringan ke sedang atau sedang ke berat. Plasma tidak akan efektif bagi pasien yang dalam kondisi berat dan hal itu terbukti masih adanya pasien dalam kondisi berat yang meninggal meski sudah menerima donor plasma.

"Kalau yang ringan sampai sedang atau sedang menuju berat itu masih bisa mencegah kematian dan meningkatkan tingkat kesembuhan," jelasnya.

Menristek pun sangat mendukung gerakan donor plasma. Tanpa dilakukan donor, maka hasil riset atau penelitian yang sebenarnya sangat membatu itu akan berakhir pada teori saja. Untuk itu dia mengajak masyarakat khususnya pasien Covid-19 yang survive untuk ikut berkontribusi mengakhiri pandemi ini.(OL-7)

Baca Juga

AFP/Handout / National Institutes of Health

Subvarian Covid-19 BA.5 Punya Gejala yang Berbeda Dibandingkan Varian Lain

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 09:45 WIB
Ada satu yang membedakan BA.5 dari varian lain yaitu jarang ditemukan pasien BA.5 yang mengalami anosmia atau kehilangan indera perasa dan...
Freepik

90 Persen Ibu Menyusui Membutuhkan Dukungan Suami

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 09:27 WIB
Ketika dukungan tersebut hilang dan ibu menyusui merasa tidak bahagia dengan proses laktasi, ibu juga bisa mengalami konsekuensi...
 ANTARA/Anis Efizudin/hp

Wajah Baru Borobudur kian Menawan Sambut Wisatawan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 08:29 WIB
Sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP), Borobudur pun siap menerima wisatawan domestik dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya