Rabu 13 Januari 2021, 14:25 WIB

Kondisi Angin Kencang, Operasi SAR Sriwijaya Dihentikan Sementara

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Humaniora
Kondisi Angin Kencang, Operasi SAR Sriwijaya Dihentikan Sementara

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/
Prajurit Korps Marinir TNI AL memasukkan puing pesawat Sriwijaya Air di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (12/1).

 

ADANYA angin kencang disertai ombak yang tinggi di area jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, membuat pencairan Operasi SAR melalui penyelaman dihentikan sementara.

"Prediksi cuaca dari jam 1 dini hari sampai malam. Jadi memang kondisi cuaca sejak pagi tadi, memang kondisinya angin kencang, sehingga akan mengganggu kegiatan operasi SAR di lokasi kecelakaan pesawat;" ucap Koordinator Lapangan BMKG Posko Utama JICT II, Sugarin, di Jakarta, Rabu (13/1).

Sugarin mengatakan, ketinggian gelombang di area pencarian korban bisa mencapai 2 meter. Artinya,  fluktuasi gelombang itu tergantung kecepatan angin. Jika memang angin kencang baru, kata Sugarin, baru gelombang itu akan tinggi.

"Trennya, satu hari ini sampai malam trennya akan menurun. Sehingga nantinya akan memudahkan tim SAR untuk evakuasi. Kondisi cuaca juga berawan dan potensi hujan ringan," paparnya.

Melihat kondisi cuaca yang semakin membaik, Sugarin, melihat kemungkinan besar evakuasi oleh tim SAR akan dilanjutkan kembali.

Adapun BKMG dilengkapi fasilitas mobil weather station. Mobil ini dilengkapi dengan peralatan radar, kemudian AWS (automatic weather station), kemudian citra satelit, serta pemodelan gelombang, untuk melihat prediksi gelombang laut.

Sebelumnya, pada hari kelima pencarian korban pesawat Sriwijaya Air 182 SJ yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1), Basarnas menyebut akan melibatkan 3.300 personel gabungan.

Direktur Operasional Basarnas TNI (Mar) Rasman, mengatakan proses evakuasi akan dilakukan baik di lautan maupun udara.

"Untuk kegiatan hari ini saya sampaikan bahwa personel terlibat hampir sama dengab kemarin. jadi personel masih kurang lebih 3300," ucap Rasman. (Ykb/OL-09)

Baca Juga

AFP/Al Bello

Enam Obat Gaya Hidup untuk Panjang Umur

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Januari 2021, 01:00 WIB
Diet tinggi dengan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan lebih rendah produk hewani dan makanan olahan telah dikaitkan dengan pencegahan...
Antara

GeNose akan Dipakai Deteksi Korona di Transportasi Publik

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 24 Januari 2021, 22:00 WIB
GeNose merupakan alat pendeteksi covid-19 buatan Indonesia, yang diinisiasi oleh tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada...
Ist

480 Paket Bubur Bayi untuk Korban Gempa Sulbar

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 24 Januari 2021, 21:12 WIB
Sebanyak 480 paket bubur bayi disalurkan untuk korban gempa bumi di Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), sejak Selasa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya