Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Cepat Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras Jadi Titik Terang

Cahya Mulyana
18/3/2026 22:23
Cepat Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras Jadi Titik Terang
ilustrasi.(MI)

PAKAR geopolitik Universitas Muhammadiyah Indonesia Rasminto mengapresiasi profesionalisme Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) yang mengungkap secara cepat kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.

Rasminto dalam keterangan tertulis yang dikonfirmasi ANTARA, Rabu (18/3) menilai kecepatan TNI dalam mengklarifikasi fakta, mengungkap pelaku serta membuka prosesnya kepada publik, menjadi indikator penting bahwa TNI tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang berpotensi mencederai rasa keadilan masyarakat.

"Langkah sigap yang dilakukan institusi TNI dalam mengungkap pelaku merupakan cerminan komitmen kuat terhadap prinsip transparansi, akuntabilitas, dan penegakan hukum," kata Rasminto.

Hal itu menurut dia, penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan bahwa setiap dugaan pelanggaran ditangani secara objektif.

Ia menjelaskan dalam konteks geopolitik dan stabilitas nasional, kejelasan informasi dan ketegasan aparat menjadi faktor kunci dalam meredam spekulasi liar serta potensi politisasi isu.

"Dalam banyak kasus, jika terjadi keterlambatan penanganan kasus justru membuka ruang bagi disinformasi dan narasi yang dapat memecah belah kohesi sosial," ujarnya.

Menurut Rasminto, langkah Mabes TNI yang langsung melakukan investigasi internal, berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya serta menyampaikan perkembangan kepada publik merupakan praktik yang sejalan dengan prinsip good governance di sektor pertahanan.

"Transparansi yang ditunjukkan ini bukan hanya soal menjawab kasus, tetapi juga bagian dari upaya menjaga stabilitas nasional. Dalam situasi seperti ini, negara harus hadir dengan kepastian hukum, bukan sekedar spekulasi liar," tuturnya.

Rasminto mengingatkan bahwa publik perlu bersikap bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, termasuk yang belum terverifikasi kebenarannya.

"Dalam era digital, penyebaran narasi yang tidak akurat dapat dengan cepat memperkeruh situasi dan merusak kepercayaan terhadap institusi negara," ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa profesionalisme aparat seperti yang ditunjukkan Mabes TNI dalam kasus itu, harus menjadi standar dalam setiap penanganan persoalan hukum, terutama yang menyangkut isu sensitif dan berdampak luas terhadap persepsi publik.

"Sikap tegas, responsif yang ditunjukkan Mabes TNI ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Ketika aparat bekerja cepat, terbuka, dan berbasis fakta, maka ruang bagi fitnah dan provokasi akan semakin sempit," kata Rasminto. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik