Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
OBESITAS dapat menurunkan fungsi sistem imunitas dalam tubuh. Padahal, di masa pandemi Covid-19, sistem imun sangat diperlukan agar tak mudah diserang penyakit.
"Yang kita butuhkan dalam pandemi adalah sistem imun/ Kita tahu bahwa vaksin belum ditemukan sehingga satu-satunya cara adalah harus meningkatkan imun sistem," kata Iris Rengganis, Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit Pondok Indah dan RSUPN Cipto Mangunkusumo, Sabtu (10/10).
Menurutnya, obesitas akan mengganggu metabolisme secara keseluruha, sehingga sel darah puth dan juga limposit sebagai pabrik antibodi juga ikut terganggu.
Masalah lainnya adalah inflamasi kronis yang sering dialami penderita obesitas. Inflamasi adalah cara alami tubuh untuk melawan benda asing, seperti virus. Namun, inflamasi yang berlangsung terlalu lama tidak sehat dan bisa menurunkan sistem imun tubuh.
Baca juga : Pemerintah Sediakan 120 Hotel Isolasi Mandiri di 9 Provinsi
Alasan lain mengapa penderita obesitas memiliki risiko lebih besar terpapar Covid-19 karena pada tubuhnya terdapat lebih banyak lemak yang menjadi tempat menempelnya reseptor dari virus.
Selain lemak, ada pula Leptin, yakni hormon yang dibuat oleh sel lemak. Tugasnya yaitu mengendalikan nafsu makan serta rasa lapar. Leptin memberi sinyal pada otak untuk memberi tahu Anda ketika perut sudah merasa kenyang.
Penderita obesitas memiliki banyak lemak tubuh di sel-sel lemaknya. Karena hormon leptin diproduksi oleh sel-sel lemak, maka jumlah leptin yang ada pada tubuh seseorang sebanding dengan jumlah lemak dalam tubuh.
"Namun, yang menjadi masalah adalah sinyal leptin ini tidak berfungsi. Ada banyak leptin tapi otak Anda tidak bisa mendeteksinya," pungkasnya. (OL-7)
Seorang pria paruh baya mengalami pembesaran perut yang tidak wajar selama bertahun-tahun. Awalnya, ia mengira kondisi tersebut hanyalah akibat kenaikan berat badan atau obesitas biasa
Program ini dirancang sebagai layanan berbasis medis yang aman. Melalui skrining ketat, penentuan dosis personal, hingga pendampingan ahli gizi.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Studi terbaru mengungkap tingkat obesitas di AS melonjak drastis hingga 70% setelah standar pengukuran baru yang menggabungkan BMI dengan lingkar pinggang diterapkan.
Tingginya angka obesitas menjadi salah satu alasan utama masyarakat menjadikan diet sebagai resolusi tahunan.
Hormon menjadi faktor adanya penumpukan lemak, memang risikonya terjadi pada usia di atas 40, terutama pada perempuan.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved