Senin 05 Oktober 2020, 07:05 WIB

Kemenkes : Jangan Ada Pasien Covid-19 yang Tidak Tertangani di ICU

Zubaedah Hanum | Humaniora
Kemenkes : Jangan Ada Pasien Covid-19 yang Tidak Tertangani di ICU

Antara
Ruang Isolasi tambahan pasien covid-19 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jabar.

 

KEMENTERIAN Kesehatan mengingatkan otoritas kesehatan di daerah agar tidak ada kasus pasien covid-19 yang terlantar di ruang perawatan intensif (ICU) ketika terjadi lonjakan kasus. Hal itu ditegaskan Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes dr Siti Nadia Tarmidzi, MEpid saat mengevaluasi layanan covid-19 di Kota Bekasi, Jawa Barat, pekan lalu.

"Perlu diperhatikan ruang isolasi terutama ICU, agar jangan sampai ada pasien tidak tertangani di ICU. Berapa banyak kita menyiapkan kapasitas isolasi dan kapasitas ICU," katanya dalam keterangan resminya seperti dilansir dari laman kemenkes, Senin (5/10).

Siti Nadia ditunjuk sebagai Ketua Tim Task Force Kemenkes dalam kunjungan itu, didampingi Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan, dr Andi Saguni, MA. Kunjungan kali itu dalam rangka evaluasi kunjungan sebelumnya.

Dikutip dari dashboard covid-19 Provinsi Jawa Barat, hingga 4 Oktober 2020 tercatat ada 23.899 kasus covid-19 yang menyumbang 7,87 % dari total kasus di Indonesia sebesar 303.498 orang.

Pada 3 Oktober 2020, Kota Bekasi berada di urutan kedua kasus covid-19 yang terkonfirmasi positif sebesar 4.380 kasus, setelah Kota Depok. Dari jumlah itu, sebanyak 2.671 kasus sembuh/selesai isolasi dan 96 kasus meninggal dunia. Saat ini tercatat ada 1.613 kasus yang masih dalam perawatan/isolasi.

Kadinkes Kota Bekasi dr Tanti Rohilawati, SKM, MKes mengakui sangat tidak mudah dalam menurunkan angka covid-19 di wilayahnya karena lebih banyak masyarakat yang melakukan aktifitas di luar kota seperti Jakarta.

"Sehingga dalam penangan ini perlu adanya kerja sama antar dinas terkait lainnya, tokoh masyarakat, tokoh agama bahkan masyarakat secara keseluruhan yang berada di 12 kecamatan, 56 kelurahan," sebutnya.

Saat ini Kota Bekasi memiliki 46 RS, 43 Puskesmas, hampir 500 klinik, dan 4 RSUD. Satu RSUD kelas B dan selanjutnya 2019 penambahan 3 RSUD kelas D dengan jumlah penduk 3 juta jiwa.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, laju pertambahan kasus di kota Bekasi sudah melambat dengan angka kesembuhan yang cenderung bertambah. Pasien sembuh yang awalnya 78% menjadi 95%, dengan angka kematian 4% sekarang 3%.

Namun, imbuh Rahmat, pihaknya tetap bersiaga mengantisipasi lonjakan kasus dengan menyiagakan sejumlah lokasi isolasi pasien covid-19. GOR Candrabhaga salah satunya, yang disiapkan dalam menghadapi lonjakan luar biasa. Tim Task Force Kemenkes ikut memberikan bantuan peralatan kesehatan untuk GOR tersebut melalui pemerintah daerah setempat. (H-2)

Baca Juga

Dok. PCINU Inggris Raya

Nahdliyyin Inggris Salurkan Zakat untuk Penyandang Disabilitas

👤Humaniora 🕔Jumat 14 Mei 2021, 17:17 WIB
PCINU United Kingdom bersama NUCare Lazisnu Inggris Raya menyalurkan zakat dan bantuan untuk warga penyandang difabel serta panti...
MI/ Insi Nantika Jelita

Arsjad Apresiasi Perjuangan Perawat Hadang Laju Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 14 Mei 2021, 17:09 WIB
Hal itu disampaikan Arsjad dalam momentum Hari Perawat Sedunia yang diperingati setiap 12...
MI/SUSANTO

Menu Favorit Menteri Keuangan di Idulfitri 2021

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 14 Mei 2021, 16:13 WIB
Ani mengatakan lebaran kali ini merupakan tahun kedua kita tidak bisa berinteraksi secara langsung/fisik dengan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya