Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA dua tahun pertama kehidupan anak, sejumlah organ seperti otak telah menyerupai orang dewasa sehingga nutrisi yang dikonsumsi akan memengaruhi performa edukasi dan kognitif serta daya tahan tubuhnya.
Dokter Spesialis Anak Conny Tanjung mengingatkan ada tiga faktor utama dalam tubuh kembang anak, yaitu genetik dari ibu dan ayah, lingkungan misalnya ketersediaan pangan, imunisasi, pelayanan kesehatan, dan nutrisi.
“Mengapa nutrisi di seribu hari pertama kehidupan ini penting? Jadi, 9 bulan di dalam kandungan yang jumlahnya 207 dan 630 hari atau 2 tahun di luar kandungan,” jelas Conny dalam webinar Tips Melahirkan dan Menjaga Pertumbuhan Anak di Era Pandemi Covid-19 yang digelar di RS Pantai Indah Kapuk, Jumat (24/7)
Dia memaparkan kondisi itu juga perlu untuk pertumbuhan dari tulang dan otot yang memengaruhi komposisi yang selanjutnya akan memengaruhi imunitas serta kapasitas kerja.
“Kalau kita mau menyiapkan manusia Indonesia yang siap bersaing, tentunya kita harus mulai dari dalam 1.000 hari ini,” jelasnya. Ia juga mendorong inisiasi menyusui dini yang dilanjutkan dengan pemberian ASI serta MPASI. (Fer/H-3)
Kenaikan angka ini, berdasarkan hasil evaluasi dan pencatatan pelaporan berbasis masyarakat (PPGM)
MESKI sudah puluhan tahun berusaha diatasi, persoalan malanutrisi hingga kini masih menjadi tantangan tersendiri.
PBB menyebut Gaza menghadapi krisis kelaparan terburuk dengan lebih dari 20 ribu anak alami gizi buruk.
KRISIS gizi di Jalur Gaza, Palestina, mencapai titik kritis dengan lonjakan kematian yang mencolok sepanjang Juli 2025. Hal itu diungkapkan WHO dalam laporan terbaru yang dirilis 27 Juli 2025.
Data juga menunjukkan 1,4 juta perempuan hamil dan menyusui mengalami malnutrisi.
Setiap 25 Januari, Hari Gizi Nasional diperingati untuk memberikan kesadaran pentingnya gizi seimbang bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pola makan sehat di komunitas pedesaan tidak hanya bergantung pada akses toko, tetapi sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga dan kepercayaan diri dalam mengelola makanan.
Kekurangan asupan nutrisi bukan sekadar masalah fisik atau tubuh yang terlihat kurus. Lebih jauh, ketidakseimbangan gizi dapat mengganggu struktur fundamental otak.
Riset terbaru University of Bristol mengungkap makanan tanpa proses (unprocessed) membantu tubuh mengatur porsi makan secara alami dan mencegah obesitas.
Kesalahan nutrisi sering kali terjadi karena ketidaktahuan orangtua yang menganggap pola makan anak saat ini sebagai hal yang wajar.
Kesehatan otak seharusnya dirawat sejak dini melalui kebiasaan sehari-hari yang konsisten.
Asupan energi yang seimbang di pagi hari berperan dalam mendukung proses berpikir, daya ingat, serta kesiapan fokus anak saat belajar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved