Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
VIRUS hepatitis merupakan beban penyakit yang besar di dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi virus hepatitis B di Indonesia sebesar 7,1% atau sekitar 18 juta. Sementara virus hepatitis C sebesar 1,01% atau sekitar 2,5 juta.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menyatakan saat ini pemerintah memprioritaskan program pengendalian virus hepatitis pada upaya pencegahan, pemutusan rantai penularan, dan deteksi dini. Hal tersebut dilakukan tanpa mengurangi upaya pengobatannya.
"Program pengendalian yang dilakukan adalah meningkatkan upaya promosi kesehatan dan pencegahan dengan imunisasi bagi bayi yang lahir di Indonesia," kata Yuri, sapaan akrabnya, dalam webinar peringatan Hari Hepatitis Sedunia 2020, Selasa (28/7).
Sejak tahun 2017, lanjutnya, program imunisasi hepatitis B pada bayi baru lahir harus dilakukan saat bayi berusia kurang 24 jam. Lalu dilanjutkan dengan imunisasi rutin HB-1 pada usia 2 bulan, HB-2 pada usia 3 bulan, HB-3 pada usia 4 bulan.
Selain itu adalah kegiatan deteksi dini hepatitis B pada ibu hamil dan memberikan hepatitis B imunoglobulin kurang dari 24 jam pada bayi lahir dari ibu reaktif hepatitis B. "Model pengendalian ini diharapkan bisa memutuskan penularan hepatitis B dari ibu ke anak sampai 95%," jelas Yuri.
Dia menjelaskan virus hepatitis sangat infeksius, terutama hepatitis B dan C yang dapat menyebabkan sirosis hati, kanker hati, bahkan kematian.
Sementara penyebaran virus hepatitis B mempunyai karakteristik tersendiri, yakni penularan vertikal dari ibu ke anak yang sangat tinggi. Jika bayi terinfeksi pada usia sangat dini, ini akan mengakibatkan komplikasi berupa sirosis dan kanker hati pada usia yang masih muda.
Di sisi lain, pandemi covid-19 mempengaruhi jalannya implementasi program pencegahan dan pengendalian hepatitis. Hal ini terlihat dari adanya penurunan cakupan pelayanan hepatitis B dan C. "Baik kegiatan deteksi dini, maupun pengobatannya," kata Yuri.
Namun, katanya, pelayanan pencegahan penyakit harus tetap berjalan, termasuk pengendalian virus hepatitis. "Ini menjadi tantangan kita bersama bahwa covid-19 ini membuat kita harus mengubah berbagai kebiasaan-kebiasaan yang selama ini anggap normal. Mari kita menempatkan upaya preventif menjadi pekerjaan besar kita di dalam mengelola kesehatan masyarakat," ujarnya.
Upaya preventif ini, kata Yuri, harus dibekali dengan promosi kesehatan yang lebih intens. Dia mengingatkan bahwa pada hakikatnya semua insan kesehatan adalah promotor kesehatan.
"Mari kita dorong semua warga negara kita, untuk bergerak bersama dalam perahu besar yang disiapkan oleh negara yang kita kenal dengan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat)," tegasnya.
Hal serupa diungkapkan Ketua Komite Ahli Hepatitis dan PISP David H. Muljono. Menurutnya, pada momentum Hari Hepatitis Sedunia ini, Germas perlu diintensifkan di semua tingkat administrasi kesehatan.
"Sehingga kepala-kepala dinas di tingkat provinsi, kabupaten/kota, maupun puskesmas punya bala tentara yang bukan saja dari tenaga kesehatan tapi juga partisipasi masyarakat," tutur David pada kesempatan yang sama. (H-1)
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sampai dengan minggu kesembilan 2026, kasus campak di Indonesia telah turun menjadi 511 kasus dari sebelumnya 531 kasus.
Berdasarkan data Kemenkes hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat sebanyak 10.453 kasus suspek campak, dengan 8.372 kasus terkonfirmasi dan enam kasus kematian.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
LONJAKAN kasus campak yang terjadi belakangan ini dinilai menjadi indikator menurunnya kekebalan kelompok atau herd immunity di masyarakat
Di Indonesia, jadwal imunisasi anak saat ini mengacu pada rekomendasi Kementerian Kesehatan serta panduan terbaru dari IDAI yang diperbarui pada 2024.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved