Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan covid-19 di Kalimantan Selatan Prof Dr dr Syamsul Arifin MPd mengingatkan orangtua untuk tidak membawa anaknya di tempat keramaian selama pandemi.
"Selama ini kita lihat masih banyak orangtua terkesan abai menjaga anaknya dari ancaman penularan covid-19. Seperti mengajak anak ke pasar atau pusat perbelanjaan tanpa dilengkapi masker dan pelindung wajah," kata dia di Banjarmasin, Kamis (23/7).
Menurut Syamsul, sekalipun anak kecil telah dilengkapi masker dan pelindung wajah saat beraktivitas di luar rumah atau tempat keramaian penularan tetap rawan terjadi.
"Apalagi masker yang digunakan anak kecil terkadang melorot hingga ke bawah alias tak lagi menutupi hidung. Hal ini tanpa disadari membahayakan rentannya penularan. Jangankan anak kecil, orang dewasa saja kerap salah ketika memakai masker sesuai standar kesehatan," jelas Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran ULM itu.
Dijelaskan Syamsul, pandemi covid-19 sifatnya komunal, sehingga menyebarannya rentan terjadi di kerumunan tempat berkumpulnya banyak orang. Terbukti dari pola penularannya terjadi pada satu sumber tempat yang sama yang kerap disebut klaster.
"Jadi untuk saat ini sebaiknya anak jangan dibawa pada aktivitas komunitas yang sangat ramai dulu. Sebisanya tetap di rumah. Jika pun harus bepergian, pastikan protokol kesehatan diterapkan secara ketat termasuk untuk anak," tandasnya.
Apalagi Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) sudah menyatakan jika virus korona dapat melayang dan bertahan di udara selama delapan jam.
Untuk itu, Syamsul mengingatkan masyarakat semakin waspada dikarenakan penyebaran covid-19 kini tak hanya ditularkan dari kontak antar manusia. Namun juga bisa terpapar ketika seseorang menghirup udara yang terkontaminasi virus korona ataupun tersentuh benda di sekitar yang kemudian tangan menyentuh area wajah. (OL-12)
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan selama tidak ada deklarasi epidemi di daerah maka korban keracunan MBG akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Adanya hewan hidup dan hewan yang baru disembelih di area yang sama meningkatkan paparan cairan tubuh dan feses yang mengandung virus.
Ahli epidemiologi Michael Osterholm memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi pandemi mematikan berikutnya.
Ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dipenuhi pendukung terdakwa Laras Faizati yang mengenakan masker dengan bagian mulut dilakban dengan simbol "X"
Pelajari 7 cara sederhana untuk melindungi anak-anak dari paparan polusi udara. Mulai dari penggunaan masker N95 hingga memilih transportasi ramah lingkungan.
Masker ini adalah masker soothing dengan kelembapan tinggi yang berubah dari bubuk menjadi tekstur sherbet saat bercampur dengan air.
PASCAPANDEMI, penggunaan masker saat ini mungkin sudah tidak menjadi kewajiban. Namun demikian, penggunaan masker nyatanya menjadi salah satu benda penting untuk melindungi diri.
Masker membantu melindungi diri dari polusi dan kuman penyebab penyakit.
BPBD Jawa Timur membagikan masker ke seluruh pengendara maupun warga di wilayah Jember dan sekitarnya, menyusul erupsi Gunung Raung yang menyemburkan abu vulkanik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved