Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SIRKULASI udara menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan dalam upaya menekan penyebaran covid-19.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto mengatakan exhaust fan lebih efektif mencegah penularan virus korona (covid-19) di dalam ruangan. Alat tersebut mampu membuat udara di berputar-putar dalam satu ruangan.
"Kalau menggunakan exhaust fan misalnya, kita bisa menarik keluar udara yang di dalam dan menggantikan dengan yang baru," kata Yuri di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Minggu (12/7).
Yuri mengatakan, penggunaan kipas angin dalam satu ruangan tertutup juga tidak efektif. Karena udara hanya berputar-putar di dalam ruangan dan tidak terjadi sirkulasi.
"Upayakan bahwa ada sirkulasi udara yang baik. Upayakan udara tergantikan setiap hari," ujar Yuri.
Baca juga: Eijkman: Virus Bertahan 8 Jam di Udara
Imbauan tersebut juga berguna untuk mencegah mikro droplet yang menjadi salah satu sumber penularan covid-19. Mikro droplet disebut mampu bertahan di udara dalam waktu lama.
"Kita bisa menyederhanakan dengan mengambil contoh asap rokok dalam satu ruangan tertutup yang sirkulasi udaranya tidak bagus. Maka asap rokok ini akan tertahan lama," tuturnya.
Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyadari adanya bukti-bukti baru yang menguatkan pernyataan bahwa partikel-partikel kecil virus korona (covid-19) dapat bertahan di udara dan menjangkiti manusia.
Seorang petinggi PBB, Benedetta Allegranzi, mengatakan kemungkinan transmisi udara ini tidak dapat diabaikan untuk area ramai, ruang tertutup atau yang kurang memiliki ventilasi udara.
Pernyataan Allegranzi disampaikan usai lebih dari 200 ilmuwan menuding WHO telah meremehkan kemungkinan penularan covid-19 melalui udara. Selama ini, WHO mengatakan sebagian besar penularan covid-19 berasal dari percikan cairan tubuh atau droplet pasien saat batuk atau bersin.
"Ini bukanlah sebuah serangan terhadap WHO. Ini adalah debat ilmiah, tapi kami merasa perlu menyampaikannya ke publik karena mereka menolak mendengarkan bukti-bukti baru," kata dia dilansir dari laman BBC, Rabu (8/7).(OL-5)
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Virus Nipah adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Selain melalui kontak langsung dengan hewan, virus ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
Prof. Tjandra Yoga Aditama ingatkan kewaspadaan terhadap Flu Burung, MERS-CoV, Super Flu, & Virus Nipah. Simak risiko dan data terbaru WHO 2026 di sini.
Mengonsumsi ikan akan memberi energi, protein dan berbagai jenis nutrien yang penting bagi kesehatan.
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved