Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KAUM perempuan ternyata lebih baik dalam penerapan protokol pencegahan covid-19 jika dibandingkan dengan laki-laki. Namun, perempuan lebih khawatir akibat covid-19 jika dibandingkan dengan laki-laki.
Penilaian itu diperoleh berdasarkan 13 indikator yang ditanyakan kepada responden. Kaum perempuan mendapatkan kategori baik di 6 indikator, sedangkan laki-laki hanya 2 indikator.
Ke-13 indikator yang ditanyakan dalam kuesioner, antara lain pengetahuan menjaga jarak, tetap di rumah, penggunaan masker, sarung tangan, hand sanitizer, cuci tangan dengan sabun, menghindari menyentuh wajah, berjabat tangan, dan pertemuan di luar rumah.
Demikian hasil Survei Sosial Demografi Dampak Covid-19 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).
“Survei itu menjelaskan bagaimana dampak covid-19 terhadap perilaku, persepsi, dan dampak pandemi terhadap responden,” jelas Kasubdit Indikator Statistik BPS Dr Windhiarso Ponco Adi Putranto dalam webinar Membedah Hasil Survei Sosial Demografi Dampak Covid-19, kemarin.
Menurutnya, sebanyak 87.379 responden berusia di atas 17 tahun diminta mengisi kuesioner secara daring. Responden terdiri atas 49,74% laki-laki dan 50,26% perempuan.
Lebih lanjut, Windhiarso mengatakan banyak alasan yang melatarbelakangi jawaban responden. Misalnya, kecenderungan laki-laki bekerja di luar rumah atau sebagai kepala rumah tangga mungkin relatif sulit untuk melakukan protokol pencegahan covid-19.
Sementara itu, survei juga menunjukkan dampak covid-19 terhadap pendapatan responden. Hasilnya, responden yang selalu bekerja dari rumah (WFH) 42% mengaku pendapatannya menurun, 57% tetap, dan 1% meningkat.
Direktur Analisis dan Pengembangan Statistik BPS, Dr Ali Said, menyebut bahwa survei itu tidak merefleksikan semua populasi. Hanya merefleksikan responden yang merespons survei.
Di sisi lain, Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, Dr Deny Hidayati, mengatakan hasil penelitian tersebut menunjukkan persentase perilaku masyarakat yang cukup baik. (Ifa/X-7)
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk meningkatkan peran aktif perempuan di bidang politik.
Gapki menggelar pertemuan 140 pemangku kepentingan di Palu untuk mendorong perlindungan pekerja perempuan dan penguatan prinsip kesetaraan gender di sektor sawit.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Anggia Ermarini mengungkapkan IMW 2026 merupakan bentuk nyata keberpihakan Fatayat NU terhadap penguatan peran perempuan di berbagai sektor kehidupan.
Workshop peningkatan kapasitas ini diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM perempuan ibu rumah tangga dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Forum ini menyoroti kontribusi perempuan dalam mendorong resiliensi di komunitasnya, sekaligus memberikan wadah untuk berdiskusi menggaungkan suara perempuan.
Survei tersebut menemukan bahwa mayoritas responden (77%) memperkirakan akan tetap bekerja setelah mencapai usia pensiun.
Menurutnya, kepercayaan publik yang sudah terbentuk perlu dijaga agar tidak menurun di tengah dinamika kebijakan dan tantangan pemerintahan.
Fernando menyebut, posisi Sjafrie sebagai sahabat karib sekaligus menteri paling berpengaruh di kabinet menjadikannya sosok yang sangat kuat.
Founder Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan, survei terbaru menunjukkan langkah Kejagung menunjukkan uang sitaan mendapat apresiasi.
Berdasarkan survei terhadap 1.000 responden pada akhir 2025, sebanyak 82% pekerja Indonesia mengaku bahagia di tempat kerja.
Mayoritas publik atau sekitar 67 persen percaya bahwa penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi mengurangi independensi kepolisian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved