Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMUNITAS Lingkar Profesi Garuda (Korps Garuda) bersinergi dengan Givingiscaring.id menggalang dana dari masyarakat untuk menyediakan ribuan Alat Pelidung Diri (APD) bagi tenaga medis di 15 rumah sakit, 6 puskesmas dan 1 Dinas Kesehatan yang tersebar di Jabodetabek dan hingga ke pulau Sumatera dan Kalimantan.
Paket APD yang disiapkan berupa pakaian pelindung (hazmat suit) tipe A, masker N95, dan sarung tangan latex. Pembagian paket ini dilakukan ke dalam beberapa kloter. Gelombang pertama telah disalurkan ke RSUD Pasar Minggu, RSUD Kota Tangerang, RSUD Bogor, RSUD Ciawi, RS Mitra Pratama Jati Asih.
"Selanjutnya, kami akan koordinasi dengan tim di lapangan untuk melakukan pendataan ke beberapa rumah sakit dan puskesmas sekitar yang masih membutuhkan pasokan APD,” tutur Ketua Umum Korps Garuda Fauzi Apriansyah dalam keterangan tertulisnya.
Fauzi menilai kebutuhan APD adalah kebutuhan paling krusial oleh rumah sakit yang menjadi rujukan pasien covid-19. Menurutnya, seorang tenaga medis membutuhkan setidaknya 10-15 perangkat APD untuk menangani satu orang pasien.
Baca juga : Kemensos Akselerasi Penyaluran Bansos untuk Warga Terdampak Covid
Dalam penggalangan donasi ini, Korps Garuda menyebut berhasil mengumpulkan sebanyak 1.654 paket APD yang telah didistribusikan. Fauzi memastikan APD yang didistribusikan sudah sesuai dengan standar internasional.
"Sehingga diharapkan bisa memberikan perlindungan optimal kepada dokter, perawat ataupun relawan. Kedepan, kami berharap semakin banyak masyarakat yang turut berkontribusi dalam program ini," ujar Fauzi.
Korps Garuda masih menyediakan saluran donasi bagi masyarakat untuk pengadaan APD dengan nominal mulai dari Rp 220.000 per paket APD. Fauzi menegaskan, APD yang digalang akan disesuaikan dengan standar medis agar bisa melindungi maksimal tenaga medis.
"Kita juga tidak boleh sembarangan membeli produk karena khusus untuk APD, ada spesifikasi dan standar khusus. Karena itu, diperlukan kejelian dan pengalaman bagi kelompok-kelompok inisiator penggalang dana,” pungkas Fauzi. (RO/OL-7)
Takjil Keliling berlangsung pada 2–9 Maret 2026 di 10 titik Jakarta seperti Kendal, Blok M, Tebet, Kota Tua, Karet Kuningan, Manggarai, Menteng Dalam, serta Bendungan Hilir dan sekitarnya.
Acara dibuka dengan pawai komunitas yang menempuh rute sejauh kurang lebih 2 kilometer dengan mengenakan piyama, sebagai simbol mimpi yang dibawa ke jalan.
Tanpa skrining berkala, masyarakat seringkali baru menyadari kondisi kesehatannya setelah muncul komplikasi.
Forum ini menyoroti kontribusi perempuan dalam mendorong resiliensi di komunitasnya, sekaligus memberikan wadah untuk berdiskusi menggaungkan suara perempuan.
Bali Coffee Club Jakarta dirancang sebagai ruang terbuka bagi komunitas untuk berkarya dan berkolaborasi.
Program utama yang mencuri perhatian dalam aktivasi ini adalah Badut Tongkrongan, sebuah ajang pencarian bakat komika versi komunitas.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved