Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
JAKARTA Keras (@jakarta.keras), media digital berbasis komunitas di bawah naungan Keras Group melalui entitas PT Kelompok Jakarta Keras, sukses berpartisipasi dalam festival Koplo Keliling (KOPLING) 2025 yang digelar pada November 2025. Acara yang merupakan inisiasi Kementerian UMKM Republik Indonesia bersama Bank BRI ini menjadi ruang temu kreatif, budaya, dan ekspresi bagi masyarakat urban.
Dalam kesempatan tersebut, Jakarta Keras berkolaborasi dengan Prambors menghadirkan booth interaktif selama dua hari penuh sebagai upaya membawa media digital ke ruang nyata serta menghadirkan pengalaman interaksi langsung bagi para audiens setianya.
Program utama yang mencuri perhatian dalam aktivasi ini adalah Badut Tongkrongan, sebuah ajang pencarian bakat komika versi komunitas yang membuka ruang bagi talenta stand-up dari berbagai latar belakang melalui pendekatan yang sederhana, terbuka, dan inklusif. Kompetisi ini berjalan melalui beberapa fase mulai dari pencarian peserta hingga proses kurasi ketat. Puncaknya, penentuan Top 5 Badut Tongkrongan dilakukan secara langsung di area festival, di mana para finalis tampil di panggung booth untuk menghibur pengunjung sekaligus memberikan pengalaman menyaksikan proses seleksi secara real-time.
Selain kompetisi komika, booth Jakarta Keras x Prambors juga menyediakan Tembok Curhat sebagai medium ekspresi terbuka bagi pengunjung untuk menuliskan keresahan personal, cerita hidup, hingga pesan reflektif tentang keseharian masyarakat urban.
Sisi artistik juga turut dihadirkan melalui Art Corner yang memamerkan karya lukisan Opa Tahamuden, seniman berusia 88 tahun sekaligus kakek dari Grace Amalianty. Kehadiran pameran ini merupakan bentuk apresiasi terhadap semangat berkarya lintas generasi yang tetap konsisten hingga saat ini.
Suasana booth semakin semarak dengan adanya sesi karaoke interaktif yang dipandu oleh finalis Badut Tongkrongan, pembagian stiker edisi khusus, hingga penjualan merchandise kolaborasi eksklusif. Di tengah kemeriahan tersebut, Menteri UMKM Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, menyempatkan diri untuk mengunjungi booth. Kunjungan ini diisi dengan sesi foto bersama serta penyerahan lukisan sebagai simbol apresiasi terhadap karya seni dan peran aktif pelaku kreatif lokal dalam membangun ekosistem komunitas yang sehat.
Grace Amalianty selaku Chief Marketing Officer PT Kelompok Jakarta Keras menegaskan bahwa kehadiran mereka di KOPLING 2025 adalah strategi untuk tetap dekat dengan denyut kota dan suara anak muda secara langsung, bukan hanya melalui layar ponsel.
Hal ini diperkuat oleh pernyataan Arif Wicaksono, Chief Operational Officer PT Kelompok Jakarta Keras, yang menekankan bahwa sebagai homeless media, kolaborasi lintas sektor dengan Prambors dan dukungan Kementerian UMKM membuktikan bahwa institusi dan komunitas dapat bersinergi menciptakan pengalaman yang relevan. Partisipasi ini mempertegas peran Keras Group dalam mendukung ekosistem kreatif lokal dan membuka ruang ekspresi yang lebih luas bagi masyarakat.
Fenomena musik koplo yang tengah digandrungi masyarakat menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka.
Kementerian UMKM terus berdiskusi dengan berbagai pihak, termasuk asosiasi pedagang thrifting Pasar Senen, untuk merumuskan solusi yang adil dan konstruktif.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman memberikan apresiasi atas komitmen Pertamina sebagai BUMN yang konsisten membina dan menguatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
MENTERI Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa pemerintah bakal mencari format dan substitusi yang paling tepat kepada para pedagang baju bekas.
hanya pengusaha kelas kecil-menengah yang diperbolehkan mengelola tambang sebagai bentuk dari afirmatif konkret Presiden Prabowo Subianto untuk menggerakkan sektor riil seperti UMKM.
MENTERI Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan agar UMKM memproduksi barang tiruan atau KW.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved