Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Ekosistem UMKM harus Diperkuat demi Jaga Ketahanan Ekonomi Nasional

Ihfa Firdausya
31/1/2026 20:32
Ekosistem UMKM harus Diperkuat demi Jaga Ketahanan Ekonomi Nasional
Ilustrasi(Antara)

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menegaskan posisinya sebagai fondasi utama perekonomian Indonesia. Dengan kontribusi lebih dari 97% terhadap struktur usaha nasional, UMKM tidak hanya menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, tetapi juga penopang ketahanan ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, saat menghadiri acara puncak Final DSC Season 16. Ia menekankan bahwa kekuatan UMKM hanya dapat terus bertumbuh melalui kolaborasi jangka panjang dan pendampingan yang konsisten.

“Selama 16 tahun, Wismilak Foundation secara konsisten memberikan pendampingan bagi UMKM Indonesia. Ini bukan komitmen jangka pendek, melainkan upaya berkelanjutan untuk membangun pondasi ekonomi nasional yang inklusif dan tangguh,” ujar Menteri Maman.

Menurutnya, penguatan ekosistem menjadi faktor krusial agar UMKM tidak sekadar bertahan menghadapi tekanan ekonomi, tetapi mampu naik kelas dan memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar secara berkelanjutan.

Semangat tersebut sejalan dengan visi Diplomat Success Challenge (DSC) Season 16 yang kembali menegaskan perannya sebagai katalisator ekosistem kewirausahaan kolaboratif di Indonesia. Tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, DSC juga menaruh perhatian besar pada pembentukan karakter dan kepemimpinan wirausaha muda.

Ketua Dewan Komisioner DSC, Surjanto Yasaputera, menjelaskan bahwa DSC menilai wirausaha secara holistik melalui pendekatan 3P: Paham, Piawai, dan Persona.

“DSC mendorong wirausaha yang tidak hanya kuat secara model bisnis, tetapi juga matang secara karakter. Inilah pondasi wirausaha masa depan,” jelasnya.

Salah satu inovasi utama DSC Season 16 adalah Founder’s Arena, sebuah tahapan seleksi yang menguji ketangguhan para peserta sebagai pendiri usaha. Di fase ini, peserta dihadapkan pada simulasi pengambilan keputusan strategis, kemampuan adaptasi di bawah tekanan, serta kecakapan membangun kolaborasi yang sehat.

Pada puncak acara, Jonathan Holiyanto, founder Lean Lab, dinobatkan sebagai Best of The Best DSC Season 16 dan berhak atas hibah modal usaha sebesar Rp320 juta disertai pendampingan intensif. Lean Lab dikenal melalui inovasi selai bubuk sehat rendah lemak dan tinggi protein, yang relevan dengan kebutuhan gaya hidup modern, serta tercatat sebagai finalis Food Startup Indonesia (FSI).

“Jonathan menunjukkan keseimbangan antara pemahaman bisnis yang kuat, eksekusi yang piawai, serta persona kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif. Inilah standar wirausaha masa depan yang ingin kami dorong melalui DSC,” tambah Surjanto.

Secara keseluruhan, DSC Season 16 menyalurkan total hibah usaha senilai Rp2,5 miliar, disertai pendampingan berkelanjutan melalui Diplomat Entrepreneur Network (DEN). Selain Lean Lab, penerima hibah lainnya meliputi pelaku usaha dari sektor F&B, teknologi, hingga kriya dan fesyen, menegaskan keberagaman potensi UMKM Indonesia.

Dua penghargaan khusus turut diberikan, yakni The Most Innovative Business kepada Ganari yang mengembangkan solusi penyerapan karbon berbasis mikroalga, serta The Most Creative Business kepada Sigma Project, brand sepatu dengan misi sosial bagi anak-anak underprivileged di Papua.

Memasuki tahun ke-16, DSC memperluas kolaborasi pentahelix dengan melibatkan pelaku usaha, pemangku kebijakan, akademisi, komunitas, hingga institusi budaya. Wakil Sekretaris Apindo, Lucia Karina, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar UMKM mampu bersaing dalam rantai pasok nasional dan global.

Program Initiator DSC, Edric Chandra, menambahkan bahwa sepanjang 2025 DSC memperluas jejaring strategis, termasuk dengan Apindo, Food Startup Indonesia, Mangkunegaran, Batik Iwan Tirta, serta institusi akademik seperti Universitas Katolik Parahyangan.

“Kolaborasi lintas sektor adalah kunci membangun ekosistem wirausaha yang berkelanjutan. Ketika nilai, pengetahuan, dan jejaring bertemu, di situlah inovasi yang relevan bagi masa depan lahir,” ujar Edric.

Dengan ekosistem yang terus diperkaya sinergi lintas sektor, DSC Season 16 tidak hanya menegaskan konsistensi Wismilak Foundation dalam mendukung UMKM, tetapi juga memperkuat fondasi bagi lahirnya wirausaha Indonesia yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berakar pada nilai kebangsaan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya