Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Cek Kesehatan lewat Skrining Berbasis Komunitas Perlu Digencarkan

Rahmatul Fajri
16/2/2026 16:10
Cek Kesehatan lewat Skrining Berbasis Komunitas Perlu Digencarkan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

UPAYA deteksi dini penyakit kronis di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Banyak kasus kesehatan seperti kelainan organ dalam baru teridentifikasi ketika memasuki tahap lanjut dan membutuhkan intervensi medis lebih kompleks.

Model skrining kesehatan berbasis komunitas oleh Rhemedi Medical di lingkungan Waringin Permai, Jakarta Timur, menunjukkan pendekatan preventif patut dicermati.

Puluhan warga sekitar mengikuti pemeriksaan kesehatan sejak pagi hari. Antusiasme terlihat dari antrean sebelum jadwal pemeriksaan dimulai. Perwakilan tim medis Rhemedi Medical Services, dr Rheza Maulana S BMedSc (Hons) SpRad SH MM MARS mengatakan pemeriksaan difokuskan pada skrining ultrasonografi (USG) organ intra abdomen dan evaluasi risiko kesehatan dasar.

"Dari hasil pemeriksaan yang diperoleh, sekitar 1 per 3 warga teridentifikasi memiliki kondisi medis yang memerlukan evaluasi dan prosedur lebih lanjut," kata Rheza, di Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Dia menerangkan temuan itu memperlihatkan skrining di tingkat komunitas dapat menjadi instrumen penting dalam memetakan risiko kesehatan populasi sebelum berkembang menjadi kasus klinis berat.
Pendekatan ini sekaligus menggeser paradigma layanan kesehatan dari kuratif menjadi promotif-preventif.

Ia menyampaikan banyak penyakit tidak menular berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Tanpa skrining berkala, masyarakat seringkali baru menyadari kondisi kesehatannya setelah muncul komplikasi.

"Peran USG di sini sebagai modalitas pencitraan yang tidak sakit, tanpa radiasi, relatif cepat, dan efektif digunakan untuk memberikan gambaran organ dalam abdomen manusia beserta kelainannya seperti organ hati, ginjal, pankreas, kantung empedu, limpa, kandung kemih, serta prostat (pada pria) atau rahim (pada perempuan)," terang Rheza.

Lebih lanjut lagi, Rheza menambahkan keterlibatan struktur RT/RW dalam kegiatan ini dinilai berperan signifikan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat.

"Pendekatan berbasis lingkungan diharapkan bisa bernilai efektif karena menghadirkan akses layanan kesehatan langsung ke komunitas, sekaligus membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya pemeriksaan berkala."

"Jika ditemukan kelainan, warga dapat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut sebelum penyakitnya bertambah parah," ungkapnya.

Ke depannya, tegas Rheza, model skrining komunitas seperti itu berpotensi jadi bagian strategi kesehatan preventif yang lebih luas, terutama di kawasan urban dengan risiko penyakit tidak menular yang terus meningkat. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik