Kamis 28 Mei 2020, 18:59 WIB

Kemensos Akselerasi Penyaluran Bansos untuk Warga Terdampak Covid

Atalya Puspa | Humaniora
Kemensos Akselerasi Penyaluran Bansos untuk Warga Terdampak Covid

DOK KEMENSOS
Mensos Juliari P Batubara (kedua dari kanan) saat menyerahkan BST kepada warga di Cikampek

 

Kementerian Sosial (Kemensos) terus mengakselerasi penyaluran seluruh bantuan sosial (bansos) untuk memastikan warga terdampak Covid-19 menerima bantuan. Distribusi bansos baik bansos reguler dan nonreguler mencapai kemajuan signifikan.

Sekretaris Jenderal Kemensos Hartono Laras mengatakan, sebagai bagian dari kebijakan social safety net dalam menanggulangi dampak Covid-19, Kemensos meluncurkan bansos nonreguler yakni bansos sembako bantuan Presiden dan bansos tunai (BST), yang kini sedang berjalan.

Selain itu, Kemensos juga sudah memperluas jangkauan dan meningkatkan indeks bansos reguler yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako (BPNT).

Baca Juga:Ekonomi Masyarakat Tertekan Covid-19, Kemensos Salurkan Bantuan

“PKH diperluas kepesertaannya dari 9,2 juta KPM menjadi 10 juta KPM. Kemudian Program Sembako/BPNT diperluas jangkauannya dari 15,2 juta menjadi 20 juta KPM. Indeks bantuan Program Sembako/BPNT juga ditingkatkan dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu/bulan/KPM yang pencairannya dipercepat dari tiga bulan sekali, menjadi per bulan,” kata Hartono dalam keterangan resmi, Kamis (28/5).

Kemudian untuk basos sembako bantuan Presiden menjangkau 1,9 juta kepala keluarga (KK). Di mana untuk DKI Jakarta menjangkau 1,3 juta KK, dan Bodetabek (daerah yang berbatasan langsung dengan Jakarta) menjangkau 600 ribu KK.

Kedua, BST menjangkau 9 juta KK di luar Jabodetabek. Penerima BST adalah masyarakat terdampak yang belum menerima bansos reguler, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.

Baca Juga:Menteri Sosial Siapkan BST Tahap Kedua

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin menyatakan, untuk bansos reguler PKH berjalan baik. “Pada bulan April dan Mei sudah tersalurkan 100%,” kata Pepen.

Untuk bansos nonreguler yakni bansos sembako bantuan Presiden, Pepen menyatakan realisasinya cukup menggembirakan. Untuk Tahap I dan Tahap II di DKI Jakarta dan Bodetabek mencapai 100%. “Saat ini kita sedang menyelesaikan Tahap III di Jabodetabek mencapai 72,37%, dan Insya Allah, minggu ini sudah 100%,” kata Pepen.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnama juga menyatakan capaian signifikan dalam penyaluran bansos reguler Program Sembako/BPNT. “Dari total 20 juta KPM, penyaluran April sudah 100%, dan bulan Mei mencapai 90%. Diharapkan akhir bulan ini tuntas,” kata Asep.

Baca Juga: Maret–Agustus 2020, Bantuan Sembako Kemensos Naik Rp200 Ribu

Kemudian untuk BST yang menjangkau 9 juta KK, disalurkan secara simultan yakni berbarengan antara salur dengan pemutakhiran data. Penetapan target 8,3 juta sebelum Lebaran, karena memang itulah data yang diterima Kemensos dari daerah (kabupaten/kota).

Kemudian masuk data tambahan dari daerah menjadi 8,731 juta KK. Sisa untuk memenuhi 9 juta KK, ditutup dari cadangan data yang belum masuk alokasi sebelumnya dari usulan daerah.

“Adapun realisasi BST, sudah mencapai 8,32 juta KK. Nah untuk sampai 9 juta KK, maka sisa sekitar 680 ribuan KK, akan kita tingkatkan speednya. Termasuk kita akan menyalurkan ke kawasan 3 T (terluar, terisolir, terpencil),” kata Asep. (Ata/OL-10)

Baca Juga

Kemensos

Mensos Ajak Dunia Usaha Gencarkam CSR

👤Ihfa Firdausya 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 20:05 WIB
Adanya forum CSR, kata Edi, akan menjadi suatu kemitraan strategis dan harmonis antara Kementerian Sosial, Forum CSR, serta dunia...
MI/Vicky Gustiawan

Sekolah di 14 Daerah di Sumbar Bisa Gelar Sekolah Tatap Muka

👤Yose Hendra 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 19:55 WIB
Peningkatan angka kasus covid-19 di Sumbar belakangan membuat peralihan status daerah di Sumbar berdasarkan zona di era pandemi ini terjadi...
MI/Liliek Dharmawan

Bekas Tambang Babel Bertransformasi jadi Pariwisata

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 19:50 WIB
Babel tidak bisa sepenuhnya bergantung kepada pertambangan, mengingat tambang merupakan sumber daya yang bisa habis dan tidak bisa...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya