Kamis 28 Mei 2020, 21:07 WIB

Menristek: UI Paling Produktif Hasilkan Publikasi Ilmiah

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Menristek: UI Paling Produktif Hasilkan Publikasi Ilmiah

Antara/Indrianto Eko Suwarso
Kawasan hutan kota di kompleks Universitas Indoensia, Depok, Jawa Barat

 

DATA Science and Technology Index (Sinta), Universitas Indonesia menjadi perguruan tinggi di Tanah Air yang paling banyak melakukan publikasi ilmiah selama periode 2018-2020.

“Kalau kita menggunakan data yang ada, maka pada kondisi 2018 sampai tahun ini posisi sementara yang paling tinggi outputnya, yang paling produktif adalah Universitas Indonesia hampir 12.600 (publikasi) kemudian Universitas Gadjah Mada 9.300 (publikasi), Institut Teknologi Bandung 8.800 (publikasi),” kata Bambang Brodjonegoro, Menteri Riset dan Teknologi dalam konferensi pers Sinta Series 1: Pemeringkatan 500 Peneliti Terbaik di Indonesia, Kamis (28/5).

Di posisi ke empat ditempati oleh Institut Pertanian Bogor dengan 6.300 publikasi dan Universitas Sumatera Utara dengan 5.000 publikasi. Bambang menjelaskan, Sinta memiliki kelebihan yakni mampu mengukur analisis kinerja dan output riset nasional baik dari sisi individu maupun berdasarkan institusi.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi bagi para pimpinan universitas untuk terus mendorong para peneliti dan dosennya untuk lebih produktif menghasilkan produk ilmiah,” tuturnya.

Baca juga : UI Tanggapi Isu Peretasan Laman Fakultas, Data Aman

Sinta telah terintegrasi dan menjadi rujukan antivitas riset di Indonesia salah satunya dengan LPDP yang saat ini aktif memberikan pendanaan ntuk kegiatan riset baik dilakukan sendiri maupun kerja sama dengan DIPI.

Selain itu, Sinta sudah diintegrasikan dengan berbagai data yang berasal dari Perpustakaan Nasional dan kekayaan intelektual, termasuk paten.

“Kelebihan Sinta yang lain selain publikasi dan sitasi, juga mencakup kegiatan yang terkait dengan hak kekayaan intelektual termasuk paten. Jadi artinya kita menilai kemampuan penelitian dosen tidak hanya sekedar kemampuan mereka mempublikasikan di jurnal yang berkualitas, tapi juga pada kemampuan mereka menghasilkan inovasi yang kemudian berujung pada hak paten dan hak kekayaan intelektual,” tandasnya. (OL-7)

Baca Juga

MI/ROMMY PUJIANTO

Mahal, Hamdan Zoelva Minta Pemerintah Kaji Ulang Impor Alat Kesehatan

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 29 Oktober 2021, 04:00 WIB
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hamdan Zoelva meminta pemerintah mengkaji ulang impor alat...
Ilustrasi

Lawan Perubahan Iklim, Indonesia Butuh Rp3.500 Triliun

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 23:10 WIB
anggaran pendanaan yang ada di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diakui tak akan mampu menopang pembiayaan agenda...
Ist

Sumpah Pemuda Momentum Kaum Muda Perkuat Kontribusi Untuk Bangsa

👤Widhoroso 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 23:01 WIB
PERINGATAN Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi kaum muda untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kebut Penyelesaian Sanksi WADA

Satgas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA akan bekerja lebih cepat mengingat jadwal kompetisi internasional yang padat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya