Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBERLAKUAN PSBB hingga saat ini dinilai tidak efektif lantaran masih banyak orang yang beraktivitas di luar rumah. Moda transportasi seperti KRL masih dipadati warga baik yang menuju dan keluar Jakarta karena ingin bekerja. Hal itu dikarenakan masih adanya perkantoran yang beroperasi di tengah kondisi darurat covid-19 ini.
Aggota Komisi V DPR Fraksi Gerindra, Andi Iwan Darmawan Aras, PSBB tidak efektif. Salah satunya karena sanksi yang tidak tegas, minimnya edukasi, dan rendahnya kesadaran masyarakat.
"Saya tidak ingin terjebak pada kritik-mengkritik kebijakan pemerintah. Tapi saya ingin melihat bahwa ada yang salah tentang pemahanan masyarakat dan pemerintah betapa bahayanya covid-19 ini. Bukan hanya kepada manusia, tapi juga kepada ekonomi bangsa ini," kata Andi, Sabtu (18/4).
Baca juga: Hati-hati, Virus Korona Kemungkinan bisa Menyerang Otak
Jadi, menurut Andi, tidak efektifnya PSBB tidak tunggal karena pemerintah dan kebijakannya yang kurang tegas. Namun, kesadaran masyarakat untuk tetap di rumah itu masih rendah.
Menurut dia, permasalahan wabah covid-19 memang sangat dilematis. Sebab, implikasi dari masalah ini bukan hanya terhadap kesehatan dan kemanusiaan warga masyarakat, tapi juga melemahnya ekonomi mikro dan makro, serta krisis nasional yang berkepanjangan.
Meski begitu, Andi merasa ada ketidaktegasan pemerintah dalam hal membuat kebijakan dalam rangka penanggulangan wabah ini. Hal itu disebabkan karena dilematis pemerintah dengan pertimbangan bahwa PSBB masyarakat akan sulit patut, tetapi karantina wilayah (lockdown) juga menyebabkan implikasi yang merugikan banyak pihak.
"Saya sadar betul pemerintah telah berupaya maksimal, karena memang kondisinya dilematis. Misalnya PSBB, dianggap tidak tegas, saya sepakat. Karena tidak efektifnya PSBB juga karena minimnya kesadaran warga. Akan tetapi, warga yang pekerjaannya non-formal, pasti akan tetap beraktivitas di luar rumah," jelasnya.(OL-4)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved