Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Ramadan 2020, Kemenag Imbau Ibadah di Rumah Saja

Ihfa Firdausya
17/4/2020 17:08
Ramadan 2020, Kemenag Imbau Ibadah di Rumah Saja
Ibadah Ramadan di rumah saja(Ilustrasi)

KEMENTERIAN Agama mengimbau seluruh umat Islam untuk menjalankan ibadah bulan Ramadan di rumah masing-masing. Hal ini untuk menghindari penyebaran covid-19 semakin meluas.

Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin menuturkan, meskipun kita memahami pentingnya beribadah di masjid apalagi saat Ramadan, tetapi dalam situasi saat ini, wajib hukumnya untuk tetap tinggal dan beribadah di rumah.

"Di dalam hadis Rasulullah Saw dikatakan kita tidak boleh mencari atau menjemput bahaya dan tidak boleh menularkan bahaya itu kepada orang lain," ungkap Kamaruddin dalam teleconference di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (17/4).

"Jangan sampai kita menjemput bahaya, kita berkerumun di suatu tempat, termasuk di tempat-tempat ibadah. Itu sangat berpotensi untuk kita membahayakan diri kita dan juga orang lain," imbuhnya.

Dalam hal ini, katanya, pemerintah melalui Kementerian Agama mengajak agar masyarakat maksimalkan beribadah di rumah.

Kamaruddin mengingatkan bahwa dalam situasi seperti ini kualitas ibadah tidak akan berkurang dengan beribadah di rumah.

"Kualitas ibadah kita tidak hanya ditentukan oleh lokus di mana kita beribadah. Tapi yang tidak kalah penting adalah kualitas ibadah kita ditentukan oleh keikhlasan kita, kekhusukan kita, kesucian jiwa kita," jelasnya.

"Allah SWT berfirman: kesucian jiwa, keikhlasan dan kekhusukan, menentukan kualitas ibadah kita," terangnya.

Menurutnya, ibadah adalah sarana, instrumen, dan medium berkomunikasi dengan Allah SWT. Dengan berada di rumah, kata Kamaruddin, bersama keluarga inti: istri suami dan anak, masyarakat dapat bersama-sama bermunajat, bertafakur, berdoa kepada Allah SWT, agar covid-19 ini segera berlalu.

Hal lain, Kemenag juga mengimbau pada bulan Ramadan agar masyarakat tidak melaksanakan buka puasa bersama.

"Yang biasa kita sering laksanakan di kantor-kantor pemerintah, di kantor swasta, keluarga, kita menghimbau agar kita tidak lagi melaksanakannya," kata Kamaruddin.

Begitu pun dengan salat tarawih. Pemerintah juga mengimbau untuk melaksanakannya di rumah.

"Kita tidak melaksanakan tarawih bersama, kita laksanakan di rumah saja. Karena sangat berpotensi untuk kita menularkan atau ditularkan ketika kita berkumpul bersama di masjid," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Baharman
Berita Lainnya