Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
LIPOSUCTION atau sedot lemak menjadi salah satu tindakan yang diminati sebagian orang untuk mengurangi tumpukan lemak di tubuh mereka. Prosedur yang betujuan untuk menghilangkan kelebihan lemak di area tertentu ini memang praktis. Tapi, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar prosesnya aman dan memberikan hasil yang memuaskan.
“Untuk mendapatkan berat badan dan tubuh yang ideal dan sehat, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Langkah pertama adalah diet dan olahraga secara rutin. Namun kadang diperlukan upaya tambahan untuk menunjang pencapaian bentuk tubuh ideal. Salah satunya dengan liposuction,” ujar dokter pakar liposuction dari Klinik Jakarta Skin Center (JSC), dr Edwin Djuanda SpKK, pada perayaan ulang tahun ke-27 JSC di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Bagaimana menjalani prosedur sedot lemak yang baik? Pertama, lanjut dr Edwin, pilih layanan sedot lemak yang dilakukan oleh ahli bedah kompeten. Untuk itu, masyarakat bisa mengecek reputasi dan rekam jejak penyedia layanan tersebut, juga dokternya. “Bagaimanapun, liposuction adalah tindakan bedah kulit yang harus dilakukan oleh seorang ahli untuk menjamin keamanannya,” jelas dr Edwin yang juga salah satu pendiri JSC.
Dokter yang kompeten dan berpengalaman juga sangat diperlukan untuk mencapai hasil akhir tindakan liposuction yang memuaskan. Seperti, lemak terambil dalam jumlah ideal, kulit tetap rata, dan bentuk tubuh tetap simetris.“Seberapa banyak lemak yang diambil, itu tergantung kondisi dan kadar lemak pasien. Dokter yang kompeten akan bisa menentukan dengan pas,” kata dr Edwin yang mendalami liposuction sejak 1990 di American Academy of Cosmetic Surgery.
Langkah kedua, sambung dr Edwin, pastikan prosedurnya sesuai standar medis dan patuhi tahapannya. Seperti, tahap awal sebelum tindakan, pasien akan diminta menjalani sejumlah pemeriksaan, termasuk tes laboratorium. Langkah ini untuk mencegah risiko operasi yang bisa terjadi seperti perdarahan. Pastikan juga tindakan dilakukan dengan fasilitas dan peralatan yang steril untuk menghindari infeksi.
“Liposuction yang aman harus dilakukan sesuai kondisi masing-masing pasien, dengan memperhitungkan kesehatan pasien secara umum,” imbuh dr Edwin yang juga Direktur Medis JSC.
Meski liposuction merupakan tindakan yang aman dan efektif untuk mengurangi lemak pada area tubuh tertentu, menurut dr Edwin, tindakan ini kurang tepat jika dilakukan untuk mengatasi obesitas.
“Sebab, pada liposuction, jenis lemak yang diambil adalah lemak di tengah, bukan lemak di bawah kulit apalagi lemak di dekat organ dalam. Maka liposuction saja tidak bisa membantu orang dengan kelebihan berat badan yang ekstrem,” terangnya.
Bagi orang yang sudah menjalani prosedur sedot lemak, dr Edwin mengingatkan, mereka perlu menindaklanjuti dengan diet seimbang dan olahraga rutin. “Agar hasilnya permanen.Kalau makan tak terkendali, lemak akan menumpuk lagi,” katanya.
Pada kesempatan sama, salah satu pasien yang pernah menjalani tindakan sedot lemak di JSC, Kimmy, mengisahkan pengalamannya.
“Saya menjalani liposuction di bagian perut pada 2015 dengan dr Edwin. Hasilnya sangat memuaskan, nggak sakit, bekasnya kecil banget. Memang, keterapilan dokter sangat penting,” tutur perempuan 54 tahun ini.
Sementara itu, terkait dengan HUT ke-27 JSC, dr Litya Ayu Kanya A SpKK menjelaskan JSC yang menjadi pelopor klinik spesialis kulit dan kelamin di Jakarta kini telah menjadi rujukan pengobatan dan tindakan kulit dan kelamin yang profesional baik nasional maupun regional. (Nik/OL-09)
Seorang pria paruh baya mengalami pembesaran perut yang tidak wajar selama bertahun-tahun. Awalnya, ia mengira kondisi tersebut hanyalah akibat kenaikan berat badan atau obesitas biasa
Program ini dirancang sebagai layanan berbasis medis yang aman. Melalui skrining ketat, penentuan dosis personal, hingga pendampingan ahli gizi.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Studi terbaru mengungkap tingkat obesitas di AS melonjak drastis hingga 70% setelah standar pengukuran baru yang menggabungkan BMI dengan lingkar pinggang diterapkan.
Tingginya angka obesitas menjadi salah satu alasan utama masyarakat menjadikan diet sebagai resolusi tahunan.
Hormon menjadi faktor adanya penumpukan lemak, memang risikonya terjadi pada usia di atas 40, terutama pada perempuan.
Sejumlah jenis makanan tidak dianjurkan untuk dipanaskan berulang kali karena dapat merusak zat gizi dan bahkan memicu pembentukan senyawa berbahaya bagi kesehatan.
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved