Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
LIPOSUCTION atau sedot lemak menjadi salah satu tindakan yang diminati sebagian orang untuk mengurangi tumpukan lemak di tubuh mereka. Prosedur yang betujuan untuk menghilangkan kelebihan lemak di area tertentu ini memang praktis. Tapi, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar prosesnya aman dan memberikan hasil yang memuaskan.
“Untuk mendapatkan berat badan dan tubuh yang ideal dan sehat, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Langkah pertama adalah diet dan olahraga secara rutin. Namun kadang diperlukan upaya tambahan untuk menunjang pencapaian bentuk tubuh ideal. Salah satunya dengan liposuction,” ujar dokter pakar liposuction dari Klinik Jakarta Skin Center (JSC), dr Edwin Djuanda SpKK, pada perayaan ulang tahun ke-27 JSC di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Bagaimana menjalani prosedur sedot lemak yang baik? Pertama, lanjut dr Edwin, pilih layanan sedot lemak yang dilakukan oleh ahli bedah kompeten. Untuk itu, masyarakat bisa mengecek reputasi dan rekam jejak penyedia layanan tersebut, juga dokternya. “Bagaimanapun, liposuction adalah tindakan bedah kulit yang harus dilakukan oleh seorang ahli untuk menjamin keamanannya,” jelas dr Edwin yang juga salah satu pendiri JSC.
Dokter yang kompeten dan berpengalaman juga sangat diperlukan untuk mencapai hasil akhir tindakan liposuction yang memuaskan. Seperti, lemak terambil dalam jumlah ideal, kulit tetap rata, dan bentuk tubuh tetap simetris.“Seberapa banyak lemak yang diambil, itu tergantung kondisi dan kadar lemak pasien. Dokter yang kompeten akan bisa menentukan dengan pas,” kata dr Edwin yang mendalami liposuction sejak 1990 di American Academy of Cosmetic Surgery.
Langkah kedua, sambung dr Edwin, pastikan prosedurnya sesuai standar medis dan patuhi tahapannya. Seperti, tahap awal sebelum tindakan, pasien akan diminta menjalani sejumlah pemeriksaan, termasuk tes laboratorium. Langkah ini untuk mencegah risiko operasi yang bisa terjadi seperti perdarahan. Pastikan juga tindakan dilakukan dengan fasilitas dan peralatan yang steril untuk menghindari infeksi.
“Liposuction yang aman harus dilakukan sesuai kondisi masing-masing pasien, dengan memperhitungkan kesehatan pasien secara umum,” imbuh dr Edwin yang juga Direktur Medis JSC.
Meski liposuction merupakan tindakan yang aman dan efektif untuk mengurangi lemak pada area tubuh tertentu, menurut dr Edwin, tindakan ini kurang tepat jika dilakukan untuk mengatasi obesitas.
“Sebab, pada liposuction, jenis lemak yang diambil adalah lemak di tengah, bukan lemak di bawah kulit apalagi lemak di dekat organ dalam. Maka liposuction saja tidak bisa membantu orang dengan kelebihan berat badan yang ekstrem,” terangnya.
Bagi orang yang sudah menjalani prosedur sedot lemak, dr Edwin mengingatkan, mereka perlu menindaklanjuti dengan diet seimbang dan olahraga rutin. “Agar hasilnya permanen.Kalau makan tak terkendali, lemak akan menumpuk lagi,” katanya.
Pada kesempatan sama, salah satu pasien yang pernah menjalani tindakan sedot lemak di JSC, Kimmy, mengisahkan pengalamannya.
“Saya menjalani liposuction di bagian perut pada 2015 dengan dr Edwin. Hasilnya sangat memuaskan, nggak sakit, bekasnya kecil banget. Memang, keterapilan dokter sangat penting,” tutur perempuan 54 tahun ini.
Sementara itu, terkait dengan HUT ke-27 JSC, dr Litya Ayu Kanya A SpKK menjelaskan JSC yang menjadi pelopor klinik spesialis kulit dan kelamin di Jakarta kini telah menjadi rujukan pengobatan dan tindakan kulit dan kelamin yang profesional baik nasional maupun regional. (Nik/OL-09)
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Kasus kanker kolorektal usia muda terus meningkat. Pola makan modern, rendah serat dan tinggi makanan ultra-olahan disebut jadi faktor risiko utama.
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
Saat berat badan berlebih, tubuh tidak hanya menyimpan lemak ekstra. Sistem metabolisme ikut berubah.
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Kabar baik! MK putuskan penyakit kronis kini bisa masuk kategori disabilitas. Simak syarat asesmen medis dan prinsip pilihan sukarela dalam Putusan MK No. 130/2025.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
KEBIASAAN kurang bergerak atau duduk terlalu lama saat bekerja alasan mengapa bahu, leher, atau punggung terasa sakit. 7 gerakan peregangan meredakan punggung bawah.
Peran brand dalam sektor kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved