Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGANTISIPASI kemunculan episentrum baru penyebaran virus korona (COVID-19), pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap 188 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari kapal pesiar Dream World.
Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan, Alexander K. Ginting, mengatakan proses observasi akan dilakukan dengan pendekatan public health. Artinya, pemerintah akan memperketat pemeriksaan dan mengambil langkah pemeriksaan awal untuk mencegah sebaran virus.
Nantinya, 188 WNI akan diperiksa kesehatannya begitu sampai di kapal yang membawa ke Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu. Berbeda dengan observasi WNI yang dilakukan di Natuna, Kepulauan Riau, petugas kesehatan akan mengambil satu spesimen dari setiap orang untuk memastikan kondisi tubuh bebas dari virus korona.
"Nanti di Pulau Sebaru mereka tinggal di cluster, dibagi laki-laki dan perempuan. Mereka akan diperiksakan fisiknya, dan diperiksa ada gejala atau tidak. Kalau ada gejala akan dipisahkan antara gejala negatif dan positif. Semuanya diperiksa, diambil sampel dahaknya untuk membuktikan negatif atau positif," jelas Alex di Jakarta, Rabu (26/2).
Baca juga: WNI di World Dream Diprioritaskan Karena Lebih Terancam
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kasus positif virus korona, maka orang tersebut akan dimasukkan ke dalam cluster khusus. Sehingga, tidak berbaur dengan orang yang sehat.
"Nanti kalau ada positif akan dirawat sendiri. Kalau ada demam positif itu akan kita pisah. Bagi yang sehat, kita akan tunggu sampai satu kali masa inkubasi," kata Alex.
"Itu bertujuan untuk mengantisipasi munculnya episentrum baru di dalam negeri. Kalau timbul ini akan jadi PR," imbuhnya.
Pemerintah, lanjut dia, menerjukan 120 petugas, termasuk 39 orang dokter dan perawat. Sementara sisanya, petugas yang melayani kebutuhan 188 WNI di Pulau Sebaru.
"Petugas ada di ring 1 dan 2. Ring 1 menjaga daerah infeksi, ikut dalam isolasi. Ada dokter spesialis, petugas lab dan paramedik untuk menjaga. Tenaga medis ring 2, kalau tenaga pendukungnya sakit. Semua sudah mendapat pelatihan dan sudah dikirim," tandasnya.(OL-11)
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sampai dengan minggu kesembilan 2026, kasus campak di Indonesia telah turun menjadi 511 kasus dari sebelumnya 531 kasus.
Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksin campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyayangkan influencer Ruce Nuenda yang keluyuran atau beraktivitas di ruang publik saat sakit campak.
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved