Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMPERSIAPKAN keluarga sakinah sejatinya merupakan upaya membentuk ketahanan bangsa. Untuk itu perlu dibentuk para pemimpin keluarga yang menjamin terjalinnya keluarga bahagia dan harmonis.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kemahasiswaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Dr. Jaswadi, dalam kegiatan seri ke-5 rangkaian Pendidikan Kepemimpinan Pemuda dalam Rumah Tangga (PKPRT) yang diselenggarakan Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora kerja sama dengan PP Nasyiatul Aisyiyah di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka). Jakarta, Rabu (11/12).
Acara tersebut merupakan pengembangan dari program Peningkatan Kesehatan Reproduksi Pemuda yang akan dilaksanakan di 13 kota.
Sebelumnya, pada launching kegiatantersebut, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, Asrorun Ni’am Sholeh mengatakan PKPRT merupakan ikhtiar Kemenpora menyiapkan anak muda berwawasan luas, berkepribadian dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Menurut Ni'am, semua tersebut harus dimulai dari individu, berlanjut dalam rumah tangga sehingga siap menjadi pemimpin publik.
“Program ini diharapkan mampu menjawab salah satu isu penting, yaitu bagaimana kesiapan dan kemampuan pemuda dalam membina rumah tangga," ujar Ni'am.
"Ini juga bagian dari komitmen Kemenpora untuk terus melayani anak muda lewat program inovatif dan aktual sekaligus mensukseskan prioritas utama Kabinet Indonesia Maju dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM)," tutur Niam.
Adapun materi yang akan disampaikan dalam setiap kegiatan meliputi hukum perkawinan, perlindungan anak dan pengasuhan berkualitas, kesehatan reproduksi, dan psikologi remaja/pemuda.
Pada kegiatan seri ke-5 ini, materi disampaikan oleh para ahli, antara lain Rita Pranawati (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) , Anisia Kumala (akademisi), Amar Ahmad (Sekertaris Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora RI), dan Riza Indragiri Amriel (akademisi). (OL-09)
Kegiatan aksi bersih pantai di Kuta, Bali ini diikuti oleh sedikitnya 80 mahasiswa Melanesia yang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Bali.
Intimidasi tersebut merupakan bentuk nyata dari praktik pembungkaman terhadap daya kritis mahasiswa.
Bagi Muhammad Abdurrahman Azzam, masa kuliah justru menjadi pintu masuk untuk terlibat langsung dalam penguatan ekonomi masyarakat.
Nickel Industries Limited bersama Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi mahasiswa penerima beasiswa Nickel Industries asal Morowali.
Bantuan beasiswa dari ICMI ini ditujukan bagi mahasiswa UICI yang memiliki potensi akademik tinggi namun menghadapi keterbatasan ekonomi.
Ada 10 tenant ZCorner di Universitas Wahid Hasyim Semarang yang siap melayani dan memanjakan lidah para mahasiswa.
Hingga saat ini, MK mengaku belum memiliki alasan kuat dan mendasar untuk mengubah pendirian hukumnya terkait aturan pernikahan di Indonesia.
Selain kemandirian finansial, standar sosial di Indonesia juga turut memperberat pertimbangan generasi muda untuk menikah.
Konsep yang selama ini identik dengan skala besar dan format konvensional mulai bergeser menuju pernikahan yang lebih terkurasi, berskala kecil, dan menekankan kualitas pengalaman.
Pasangan pengantin di Jakarta Barat tetap menggelar resepsi pernikahan meski banjir setinggi lutut merendam lokasi acara.
Dalam keluarga dengan tingkat literasi rendah mengenai pendidikan dan kesehatan reproduksi, pernikahan dini sering kali dianggap sebagai solusi instan menuju kedewasaan.
Dunia pernikahan menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kompleks, seperti kemampuan mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga yang besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved