Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane bekerja sama dengan Kodam Jaya TNI dalam pemeliharaan rutin situ dan sungai di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek).
Kerja sama itu ditandai penandatanganan nota kesepakatan antara Kementerian PU-Pera yang diwakili Kepala BBWS Ciliwung Cisadane Bambang Hidayah dengan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono di Kantor BBWS Ciliwung Cisadane, Jakarta.
Kerja sama pemeliharaan dilakukan terhadap enam sungai dan lima situ yakni Sungai Mookervart, Ciliwung, Pesanggrahan, Bekasi, Blencong, Cikeas.
Adapun, situ yang masuk dalam kegiatan pemeliharaan meliputi Situ Sidomukti, Rawa Lumbu, Pasir Gadung, Parigi, serta Leungsir.
Baca juga: Cegah Karhutla, Benahi Tata Kelola Gambut
Kepala BBWS Ciliwung Cisadane Bambang Hidayah mengatakan beberapa di antara sebelas sungai dan situ tersebut telah mengalami pendangkalan akibat sendimen maupun penumpukan sampah yang dibuang secara liar oleh masyarakat.
Selain itu, juga terjadi pengurangan daya tampung pada alur sungai akibat penyempitan karena adanya bangunan di bantaran sungai.
“Yang menjadi masalah utama adalah di sekitar situ dibangun banyak perumahan dan industri. Ini yang harus dicegah dan ditertibkan. Target kita tentunya sungai dan situ dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Bambang melalui keterangan resmi, Jumat (13/9).
Ia berharap, dengan kolaborasi pemeliharaan, fungsi situ dan sungai sebagai pengendali banjir dan tampungan alami bisa berjalan dengan maksimal.
Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono mengungkapkan kegiatan pemeliharaan situ dan sungai akan dilakukan melalui pendekatan secara persuasif kepada masyarakat serta menggandeng Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan komunitas.
“Nantinya kita tidak saja melakukan perbaikan kualitas, tetapi juga mengedukasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah ke situ dan sungai. Kita berharap bahwa situ selain untuk konservasi air, juga dilakukan penataan lahan untuk tempat rekreasi,” ucap Eko Margiyono.
Adapun, ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi penggalian sedimen menggunakan excavator serta pembuatan dan pemasangan papan imbauan dan larangan untuk tidak membuang sampah di sungai dan situ.
Jangka waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender, dimulai sejak 12 September hingga 10 Desember 2019. (OL-2)
PU-Pera telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Gantung Cibeteung Muara atau Jembatan Cisarum pada akhir tahun2023.
Pembangunan 3 juta rumah yang jadi program Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka diniliai belum tentu berhasil tanpa kehadiran kementerian khusus perumahan.
Kementerian PU-Pera hingga saat ini masih belum dapat memastikan penambahan kuota rumah subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diproyeksi akan habis
Saat ini sudah dibangun lebih dari 30 embung di IKN yang akan memiliki fungsi utama untuk konservasi air.
Komisioner (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho mengatakan bahwa pihaknya akan mengikuti arahan
Anggota Komisi V DPR Sri Rahayu pesimistis pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dapat selesai dan berfungsi seperti yang ditargetkan oleh pemerintah pada Agustus tahun ini.
Bencana banjir terparah saat ini melanda Desa Tebing Tinggi di Kabupaten Balangan, ketinggian air mencapai lebih dua meter
Mikroplastik tidak hanya membawa risiko dari bahan dasarnya sendiri seperti ftalat dan BPA yang bersifat pengganggu hormon, tetapi juga bertindak seperti magnet yang menyerap racun lain
Miliaran tahun silam, air pernah mengalir di permukaan Mars. Para ilmuwan sepakat bahwa planet ini pernah memiliki jaringan Sungai.
Perubahan warna air kali terjadi pada Sabtu (4/10) sore hingga petang kemarin.
Pada era modern saat ini, peradaban terbaik untuk Kabupaten Bekasi adalah mengembalikan hamparan sungai sepanjang mungkin tanpa ada yang membatasi.
Para peneliti menemukan lebih dari 15.000 km aliran sungai kuno di Mars, menunjukkan Planet Merah pernah hangat dan basah akibat hujan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved