Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Sungai dan Bendung di Kalsel Masuk Level Bahaya

Denny Susanto
27/12/2025 12:10
Sungai dan Bendung di Kalsel Masuk Level Bahaya
Kondisi sungai yang penuh(MI)

TINGGINYA intensitas hujan belakangan ini meningkatkan status sungai dan bendungan di Provinsi Kalimantan Selatan menjadi level siaga dan bahaya. Banjir di Kalsel pun semakin meluas.

Balai Wilayah Sungai (BWS) III Kalimantan mencatat sejumlah bendung yaitu Karang Intan, Amandit, Batang Alai, Pitap dan Karau dalam level bahaya. Sedangkan bendungan Tapin dalam level waspada. Kemudian sejumlah sungai besar seperti Sungai Martapura, Sungai Amandit dan Sungai Riam Kanan dalam level bahaya. Sungai lain yang menyandang status bahaya yakni Sungai Barito Muara Teweh Kalteng dalam status bahaya, kemudia Sungai Buntok berstatus siaga. Sedangkan Sungai Barabai, Sungai Nagara, Sungai Balangan, Sungai Maluka dan Sungai Veteran dalam status siaga. Sungai Lampihong dan Kanal Banjir Barabai dalam level waspada. Beberapa sungai meluap dan memicu terjadinya banjir sejumlah wilayah di Kalsel.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Gusti Yanuar Rifai, meminta semua Pemda dan masyarakat untuk mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi akibat kondisi cuaca buruk saat ini. "Tingginya intensitas hujan menyebabkan banjir terjadi di sejumlah daerah," ungkap Gusti Rifai, Sabtu (27/12).

Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Bencana Dinas Sosial Kalsel, Achmadi mengatakan, saat ini pihaknya telah menerjunkan personel Tagana di wilayah terdampak. "Personel sudah kita terjunkan untuk membantu evakuasi, dan kami terus memantau perkembangan di lapangan," katanya.

Bencana banjir terparah saat ini melanda Desa Tebing Tinggi di Kabupaten Balangan, ketinggian air mencapai lebih dua meter dan nyaris menenggelamkan desa yang berada di sepanjang bibir sungai. Belum dilaporkan adanya korban jiwa namun puluhan warga desa terpaksa mengungsi.

Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Sungai Amandit meluap dan merendam sejumlah desa. Desa terparah dilanda banjir adalah Desa Tumungki, Kecamatan Loksado. Banjir juga menyebabkan sebuah jembatan gantung penghubung antardesa putus diterjang banjir.

Di Kabupaten Banjar, banjir terjadi pada 26 desa di lima kecamatan meliputi Martapura, Martapura Barat, Martapura Timur, Astambul dan Sungai Tabuk. Sebanyak 2.363 rumah yang dihuni 2.598 keluarga atau 6.464 jiwa terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi.

Sedangkan di Hulu Sungai Utara banjir telah merendam 33 desa pada enam kecamatan meliputi Amuntai Selatan, Amuntai Tengah, Haur Gading, Sungai Pandan, Bajang dan Babirik. Banjir merendam 1.281 rumah warga yang dihuni 1.726 keluarga atau 5.041 jiwa. Banjir juga dilaporkan merendam puluhan rumah di beberapa desa di Kabupaten Tanah Laut. (M-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik