Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Jelang Ramadan Pemprov Kalsel Giatkan Gerakan Pangan Murah

Denny Susanto
03/2/2026 19:31
Jelang Ramadan Pemprov Kalsel Giatkan Gerakan Pangan Murah
Gerakan pangan murah di Kalsel.(Dok Humas Pemprov Kalsel)

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan menggiatkan Gerakan Pangan Murah (GPM) atau pasar murah dalam rangka memperkuat pengendalian inflasi daerah menjelang Ramadan 1447 Hijriah. 

Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar di sejumlah daerah kantong masyarakat. Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Saptono, Selasa (3/2) mengatakan, salah satu upaya strategis yang dilakukan pemerintah untuk menjaga inflasi dan kebutuhan pokok masyarakat jelang ramadan adalah menggelar gerakan pangan murah. 

"Kegiatan pangan murah kita selenggarakan di sejumlah lokasi strategis yang mudah dijangkau masyarakat. Kita tahu bahwa peningkatan permintaan kebutuhan pokok menjelang Ramadan berpotensi memicu kenaikan harga apabila tidak diantisipasi sejak awal," tuturnya.

DPKP Kalsel, kemarin menggelar Gerakan Pangan Murah di Banjarbaru yang ramai dikunjungi warga. Kegiatan ini tidak hanya fokus pada upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan, tetapi juga menjadi bentuk intervensi langsung pemerintah daerah untuk menekan potensi lonjakan harga bahan pokok. 

Diakuinya saat ini harga kebutuhan pokok masyarakat di Kalsel mulai bergerak naik, namun masih dalam batas wajar dengan ketersediaan mencukupi. Gerakan Pangan Murah berkolaborasi lintas sektor antara DPKP dengan Dinas Perikanan dan Kelautan serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel. 

Adapun komoditas yang disediakan meliputi beras, gula, minyak goreng, telur, daging, hasil perikanan, hingga berbagai produk pangan lainnya. Harga jual ditetapkan di bawah harga pasar, sehingga banyak diserbu warga. Kegiatan ini dijadwalkan akan digelar di wilayah Kalimantan Selatan menjelang ramadhan hingga Idul Fitri mendatang. Melalui intervensi langsung di tingkat konsumen, pemerintah berupaya memutus rantai distribusi yang panjang dan kerap memicu kenaikan harga. (DY/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya