Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Gempa bumi susulan terjadi di Kota Ternate, Maluku Utara. Hasil analisis awal yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukan hingga Senin (8/7) pukul 12.45 WIB, aktivitas gempa susulan sudah mencapai 47 kali dengan magnitudo (M) terbesar ialah M 4.9 dan magnitudo terkecil M 3.1
"Masyarakat agar tetap waspada terhadap gempa bumi susulan," ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono melalui siaran pers resmi BMKG, pada Senin (8/7).
BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan dini tsunami yang diakhiri pada pukul 00.09 WIB, Senin (8/7) menyusul adanya gempabumi berkekuatan M 7,1 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M 7,0. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,53 LU dan 126,18 BT, atau tepatnya berlokasi di dasar laut pada kedalaman 49 km pada jarak 133 km arah barat Kota Ternate, Propinsi Maluku Utara pada Minggu (7/7) malam.
Peringatan tsunami sempat dikeluarkan, terang Rahmat, karena pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi berpotensi tsunami dengan level waspada untuk wilayah Minahasa Selatan dan Minahasa Utara bagian selatan. Selanjutnya, berdasarkan hasil monitoring perubahan muka air laut pada 6 stasiun tide gauge di Bitung, Tobelo, Ternate, Taliabu, Jailolo, dan Sanana selama kurang lebih 2 jam, tidak menunjukkan adanya anomali, maka peringatan dini tsunami diakhiri.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, BMKG menyimpulkan bahwa jenis gempabumi dangkal itu terjadi akibat deformasi kerak bumi pada Lempeng Laut Maluku.
Adapun dampak gempa bumi berkekuatan 7 magnitude, berdasarkan laporan masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di Bitung dan Manado dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, dan di Ternate dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.
"Hingga saat ini belum ada laporan terjadinya kerusakan akibat guncangan gempa kuat di maluku utara semalam," kata Rahmat.
Sementara itu, di Kota Manado, Sulawesi Utara, jelas Rahmat, beberapa rumah tembok mengalami retak pada bangunan tembok bangunan dengan kategori sangat ringan.(OL-09)
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik di Laut Selatan Sukabumi, Jawa Barat hari ini 13 Maret 2026 dini hari pukul 02.18 WIB. berdasarkan BMKG gempa terkini itu tak berpotensi tsunami
Gempa bumi 5,4 magnitudo yang terjadi berpusat di Kota Sukabumi kedalaman 43 kilometer tidak berpotensi tsunami.
BMKG mencatat sedikitnya 20 gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,1 hingga 4,1 terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Selasa (10/3) dini hari.
Menurut BMKG, gempa Sukabumi itu berada di 7.62 LS dan 106.41 BT, 71 kilometer dari barat daya Kabupaten Sukabumi, atau tepatnya ada di 26 kilometer laut.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah 94 kilometer tenggara Kabupaten Simeulue pada Senin, 3 Maret 2026, pukul 11.56.45 WIB.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah barat laut Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, pada Selasa pukul 00.40 WIB.
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
Penanganan kasus dipastikan berjalan paralel, baik dari sisi tindak pidana umum maupun pelanggaran kode etik profesi Polri.
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Proses hukum terhadap tersangka, yang merupakan oknum anggota Brimob berinisial Bripda MS, harus dilakukan secara terbuka tanpa ada upaya menutupi fakta.
Kementerian PPPA tengah melakukan koordinasi dengan dinas setempat terkait kasus anak berinisial AT (14) yang dianiaya oleh anggota Brimob di Tual, Maluku, hingga meninggal dunia.
Kementerian PPPA memastikan koordinasi dengan dinas setempat dan kepolisian terkait kasus anak meninggal dunia diduga akibat kekerasan oknum Brimob di Kota Tual, Maluku.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved