Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MUNGKIN Anda pernah mendengar mitos tentang payudara yang bisa besar jika perempuan tidur tanpa BH atau bra. Ternyata, hal tersebut bukan hanya sekedar mitos, karena sangat berpengaruh pada bentuk tubuh wanita. Dilansir dari The Benefits, berikut beberapa manfaat dari tidur tanpa bra.
Melepas bra memberikan bentuk yang ideal ketika wanita tidur. Justru saat menggunakan bra, payudara akan mendapat tekanan yang tidak wajar.
Tekanan yang terjadi itu bisa menyebabkan otot payudara menjadi kendur dan menjadi tenang. Otot di dada akan melakukan pekerjaan dengan baik untuk mendukung dada ketika tidak memakai BH saat tidur.
Bahkan, efeknya lebih terasa untuk gadis remaja yang masih dalam masa pertumbuhan. Selama tidur, hormon pertumbuhan akan bekerja, dan melatih otot-otot dada untuk menopang dada dengan lebih kuat.
Ini bisa membuat dada Anda lebih kencang dan lebih penuh.
Mengenakan bra terlalu lama akan menekan payudara, sehingga Anda tidak bisa memiliki aliran darah yang baik di sekitar payudara. Inilah yang membuat salah satu alasan mengapa Anda harus melepas bra saat Anda tidur.
Penekanannya, waktu Anda tidur, tubuh Anda perlu istirahat penuh dan aliran darah harus lancar. Aliran darah yang halus ini juga akan memberikan rasa lega dan sirkulasi napas yang baik.
Selain itu, kinerja dan fungsi tubuh lainnya dapat berjalan secara optimal.
Karena tali bra kencang, maka dengan waktu yang lama akan menyebabkan garis merah di sekitar dada Anda. Selain itu, garis merah ini juga mengurangi keindahan punggung dan bahu Anda.
Jika Anda terus memakai bra saat tidur, garis merah ini akan membawa Anda ke masalah berikutnya, yaitu iritasi kulit. Setelah seharian beraktivitas maka tubuh Anda pun akan mengeluarkan kering. Kulit Anda akan terasa gatal dan berisiko menyebabkan bekas luka jika Anda terus menggunakannya.
Bra menekan dada dan saat tidur akan jatuh di diafragma sehingga Anda akan merasa sedikit tidak nyaman bernapas. Coba lepaskan bra dan Anda akan merasa lebih nyaman, karena Anda bisa bernapas dengan benar.
Tidak mengenakan BH bisa menghindarkan Anda dari kanker payudara. Mengapa? Karena seperti yang telah dibahas di atas, penggunaan bra terlalu lama akan menekan payudara sehingga aliran darah tidak lancar. Aliran darah non cairan ini akan menyebabkan aliran getah bening menjadi tersumbat.
Cairan getah bening tersebut berfungsi untuk melawan racun yang memicu kanker. Melepaskan bra juga membantu menetralkan suhu jaringan agar tidak memicu munculnya sel-sel abnormal yang menyebabkan kanker. Maka dari itu, melepas bra saat tidur bisa meminimalkan penyebab kanker.
Tidur menggunakan bra akan memberikan garis hitam pada garis bra. Terlebih lagi untuk bra kawat, meskipun dapat mengangkat dada Anda dan membuat penampilan lebih menarik. Akan tetapi, melepaskan bra saat tidur akan menghindari perubahan warna gelap di lingkar dada. (Medcom/OL-9)
Banyak perempuan bertanya-tanya, apakah pakai bra saat tidur bisa menyebabkan kanker payudara? Mitos ini sudah beredar sejak lama dan sering membuat bingung.
Kanker payudara merupakan jenis kanker yang terjadi ketika sel di dalam payudara berkembang secara abnormal.
TERUS sebarluaskan pentingnya pemeriksaan payudara sejak dini untuk mencegah peningkatan kasus kanker payudara di tanah air.
Memakai bra berkawat dalam aktifitas harian sering kali menimbulkan masalah. Kawat yang terlalu ketat atau tidak sesuai dengan ukuran tubuh bisa menyebabkan sesak bahkan iritasi.
APAKAH kamu pernah melihat remaja laki-laki yang payudaranya membesar? Apakah hal tersebut berbahaya? Dokter Spesialis Anak menjelaskan hal tersebut.
Mastitis, atau peradangan pada payudara, adalah masalah umum yang dapat dihadapi ibu menyusui.
Kenali jenis mastektomi, lama pemulihan, serta cara merawat tubuh dan kesehatan mental setelah operasi kanker payudara.
Menurut data World Health Organization (WHO), pada tahun 2012 terdapat sekitar 40 dari 100.000 perempuan di Indonesia yang didiagnosis dengan kanker payudara.
Jika dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara maka Indonesia termasuk salah satu negara dengan bertahan hidup pasien kanker payudara yang rendah.
Studi 11 tahun di tujuh pusat layanan kesehatan New York menunjukkan seperempat kasus kanker payudara terjadi pada perempuan usia 18-49 tahun.
Mahkota Dewa kaya senyawa aktif yang berpotensi melawan sel kanker payudara. Namun, konsumsi tetap harus hati-hati dan tak menggantikan pengobatan medis.
“Dari ibu ke ibu, yang baru saja menderita kanker, saya hanya ingin memeluknya," kata Jessie J
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved