Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MUNGKIN Anda pernah mendengar mitos tentang payudara yang bisa besar jika perempuan tidur tanpa BH atau bra. Ternyata, hal tersebut bukan hanya sekedar mitos, karena sangat berpengaruh pada bentuk tubuh wanita. Dilansir dari The Benefits, berikut beberapa manfaat dari tidur tanpa bra.
Melepas bra memberikan bentuk yang ideal ketika wanita tidur. Justru saat menggunakan bra, payudara akan mendapat tekanan yang tidak wajar.
Tekanan yang terjadi itu bisa menyebabkan otot payudara menjadi kendur dan menjadi tenang. Otot di dada akan melakukan pekerjaan dengan baik untuk mendukung dada ketika tidak memakai BH saat tidur.
Bahkan, efeknya lebih terasa untuk gadis remaja yang masih dalam masa pertumbuhan. Selama tidur, hormon pertumbuhan akan bekerja, dan melatih otot-otot dada untuk menopang dada dengan lebih kuat.
Ini bisa membuat dada Anda lebih kencang dan lebih penuh.
Mengenakan bra terlalu lama akan menekan payudara, sehingga Anda tidak bisa memiliki aliran darah yang baik di sekitar payudara. Inilah yang membuat salah satu alasan mengapa Anda harus melepas bra saat Anda tidur.
Penekanannya, waktu Anda tidur, tubuh Anda perlu istirahat penuh dan aliran darah harus lancar. Aliran darah yang halus ini juga akan memberikan rasa lega dan sirkulasi napas yang baik.
Selain itu, kinerja dan fungsi tubuh lainnya dapat berjalan secara optimal.
Karena tali bra kencang, maka dengan waktu yang lama akan menyebabkan garis merah di sekitar dada Anda. Selain itu, garis merah ini juga mengurangi keindahan punggung dan bahu Anda.
Jika Anda terus memakai bra saat tidur, garis merah ini akan membawa Anda ke masalah berikutnya, yaitu iritasi kulit. Setelah seharian beraktivitas maka tubuh Anda pun akan mengeluarkan kering. Kulit Anda akan terasa gatal dan berisiko menyebabkan bekas luka jika Anda terus menggunakannya.
Bra menekan dada dan saat tidur akan jatuh di diafragma sehingga Anda akan merasa sedikit tidak nyaman bernapas. Coba lepaskan bra dan Anda akan merasa lebih nyaman, karena Anda bisa bernapas dengan benar.
Tidak mengenakan BH bisa menghindarkan Anda dari kanker payudara. Mengapa? Karena seperti yang telah dibahas di atas, penggunaan bra terlalu lama akan menekan payudara sehingga aliran darah tidak lancar. Aliran darah non cairan ini akan menyebabkan aliran getah bening menjadi tersumbat.
Cairan getah bening tersebut berfungsi untuk melawan racun yang memicu kanker. Melepaskan bra juga membantu menetralkan suhu jaringan agar tidak memicu munculnya sel-sel abnormal yang menyebabkan kanker. Maka dari itu, melepas bra saat tidur bisa meminimalkan penyebab kanker.
Tidur menggunakan bra akan memberikan garis hitam pada garis bra. Terlebih lagi untuk bra kawat, meskipun dapat mengangkat dada Anda dan membuat penampilan lebih menarik. Akan tetapi, melepaskan bra saat tidur akan menghindari perubahan warna gelap di lingkar dada. (Medcom/OL-9)
Banyak perempuan bertanya-tanya, apakah pakai bra saat tidur bisa menyebabkan kanker payudara? Mitos ini sudah beredar sejak lama dan sering membuat bingung.
Kanker payudara merupakan jenis kanker yang terjadi ketika sel di dalam payudara berkembang secara abnormal.
TERUS sebarluaskan pentingnya pemeriksaan payudara sejak dini untuk mencegah peningkatan kasus kanker payudara di tanah air.
Memakai bra berkawat dalam aktifitas harian sering kali menimbulkan masalah. Kawat yang terlalu ketat atau tidak sesuai dengan ukuran tubuh bisa menyebabkan sesak bahkan iritasi.
APAKAH kamu pernah melihat remaja laki-laki yang payudaranya membesar? Apakah hal tersebut berbahaya? Dokter Spesialis Anak menjelaskan hal tersebut.
Mastitis, atau peradangan pada payudara, adalah masalah umum yang dapat dihadapi ibu menyusui.
Peneliti Universitas Airlangga mengembangkan turunan pinostrobin dari temu kunci yang berpotensi lebih efektif dan aman untuk terapi kanker payudara.
Dari studi tersebut, terdapat beberapa temuan utama terkait faktor gaya hidup setelah diagnosis kanker payudara dan pengaruhnya terhadap peluang kesembuhan ataupun kelangsungan hidup
Berdasarkan studi terkini, jumlah kasus kanker di tanah air diprediksi meningkat hingga lebih dari 70% pada 2050 jika upaya preventif dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , Siti Nadia Tarmizi, memaparkan urgensi perbaikan sistem deteksi dini kanker payudara.
Kanker payudara masih jadi kasus tertinggi pada perempuan. Simak 8 langkah alami berbasis bukti ilmiah untuk menurunkan risiko, mulai dari olahraga hingga deteksi dini rutin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved