Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Ini Alasan Hinata Shoyo Berlatih Voly Pantai di Haikyuu!!

Reynaldi Andrian Pamungkas
25/2/2026 23:55
Ini Alasan Hinata Shoyo Berlatih Voly Pantai di Haikyuu!!
Hinata Shoyo(Doc IMDB)

DALAM dunia anime olahraga, transformasi karakter seringkali digambarkan melalui kekuatan ajaib atau motivasi instan. Namun, Haikyuu!! karya Haruichi Furudate mengambil pendekatan yang berbeda dan sangat realistis melalui perjalanan Hinata Shoyo ke Brazil. Keputusan Hinata untuk berlatih voli pantai bukan sekadar subplot tambahan, melainkan pondasi utama yang mengubahnya menjadi pemain kelas dunia.

Mengapa Harus Voli Pantai? Membedah Alasan Teknis

Banyak penggemar bertanya-tanya, mengapa Hinata harus pergi jauh ke Rio de Janeiro hanya untuk bermain di atas pasir? Jawabannya terletak pada keterbatasan Hinata saat masih di SMA Karasuno. Meskipun memiliki lompatan luar biasa, Hinata sangat bergantung pada umpan Kageyama Tobio dan kurang memiliki kemampuan dasar seperti receive dan setting.

1. Penguasaan Seluruh Aspek Permainan (All-Rounder)

Dalam voli pantai format 2v2, tidak ada tempat untuk bersembunyi. Seorang pemain harus bisa melakukan servis, menerima bola, memberikan umpan, hingga melakukan serangan secara bergantian. Hal ini memaksa Hinata untuk keluar dari zona nyamannya sebagai middle blocker spesialis serangan cepat dan bertransformasi menjadi pemain yang serba bisa.

2. Melatih Keseimbangan dan Kekuatan Otot Kaki

Berlari dan melompat di atas pasir jauh lebih sulit daripada di lantai kayu. Pasir yang tidak stabil menuntut keseimbangan tubuh (core balance) yang luar biasa. Latihan ini secara otomatis meningkatkan kekuatan ledak (explosive power) Hinata, memungkinkannya melompat lebih tinggi dan lebih stabil saat kembali ke lapangan indoor.

3. Kesadaran Spasial dan Adaptasi Lingkungan

Di luar ruangan, Hinata harus berhadapan dengan angin yang kencang dan silau matahari. Kondisi ini melatih instingnya untuk membaca pergerakan bola dengan lebih akurat. Kemampuan ini membantunya mengembangkan "penglihatan" yang lebih luas di lapangan, sebuah atribut yang sangat penting bagi pemain bertubuh pendek.

Fakta Menarik: Peran Pelatih Washijo

Tahukah Anda bahwa ide awal pelatihan ini didukung oleh pelatih Washijo dari Shiratorizawa? Meskipun sempat meremehkan Hinata, Washijo adalah orang yang membantu menghubungkan Hinata dengan kontak di Brazil karena ia ingin melihat seberapa jauh "tinggi badan rendah" bisa bersaing jika dibekali teknik yang sempurna.

Perjuangan di Brazil: Lebih dari Sekadar Latihan

Perjalanan Hinata di Brazil tidaklah mudah. Ia harus menghadapi tantangan hidup yang nyata sebelum akhirnya bisa menyentuh bola di lapangan profesional:

  • Kendala Bahasa: Hinata harus belajar bahasa Portugis agar bisa berkomunikasi dengan penduduk lokal dan rekan timnya.
  • Kemandirian Finansial: Untuk membiayai hidupnya, Hinata bekerja sebagai pengantar makanan (delivery boy) menggunakan sepeda, yang secara tidak langsung juga melatih stamina fisiknya.
  • Mentalitas Baja: Rasa kesepian karena berada jauh dari Jepang dan teman-temannya di Karasuno membentuk mentalitas yang sangat kuat, yang kemudian dikenal sebagai "Ninja Shoyo".

Dampak Latihan: Kembalinya Sang "Ultimate Decoy"

Setelah dua tahun berlatih voli pantai, Hinata kembali ke Jepang dan bergabung dengan tim MSBY Black Jackals di divisi utama V.League. Hasilnya sangat nyata. Ia bukan lagi sekadar umpan, melainkan ancaman nyata di setiap posisi. Ia mampu melakukan receive yang sempurna terhadap servis keras Kageyama dan memberikan umpan akurat kepada rekan setimnya.

Keahlian Sebelum ke Brazil (Karasuno) Setelah dari Brazil (MSBY)
Receive Sangat Lemah Level Elit / Libero
Setting Hampir Tidak Ada Mampu melakukan Emergency Set
Stamina Tinggi Luar Biasa / Tidak Terbatas

Alasan Hinata berlatih voli pantai adalah bentuk dedikasi tertinggi untuk menutupi kelemahan fisiknya dengan teknik yang tak tergoyahkan. Melalui pasir pantai Brazil, Hinata membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah penghalang selama seseorang memiliki kemauan untuk belajar dan beradaptasi dengan cara yang paling sulit sekalipun. (Z-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya