Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM dunia voli, tinggi badan sering kali dianggap sebagai segalanya. Namun, Hinata Shoyo dari serial Haikyuu!! mematahkan stigma tersebut. Meski bertubuh mungil, ia dijuluki sebagai "Umpan Terkuat" karena kemampuannya untuk melayang di udara. Banyak penggemar bertanya-tanya: sebenarnya berapa tinggi badan Hinata dan berapa tinggi loncatannya yang fenomenal itu?
Pada awal serial, Hinata Shoyo memiliki tinggi badan 162,8 cm. Angka ini tergolong sangat pendek untuk posisi Middle Blocker yang biasanya dihuni oleh pemain bertinggi 185 cm ke atas. Namun, seiring berjalannya cerita hingga akhir masa SMA, tingginya meningkat sedikit menjadi 164,2 cm.
Setelah timeskip (saat ia bermain secara profesional di V-League bersama MSBY Black Jackals pada tahun 2026), tinggi badan Hinata mencapai 172,2 cm. Meski sudah bertambah tinggi, ia tetap menjadi salah satu pemain terpendek di liga profesional, namun daya dobraknya justru semakin mematikan.
Kemampuan utama Hinata bukanlah tingginya, melainkan Vertical Jump atau daya ledak lompatannya. Berdasarkan data resmi Haikyuu!! Final Guidebook, berikut adalah rincian kemampuannya:
| Kategori | Masa SMA (Karasuno) | Masa Profesional (V-League) |
|---|---|---|
| Tinggi Badan | 162.8 cm | 172.2 cm |
| Jangkauan Spike | 333 cm | 350 cm |
| Vertical Jump (Est.) | ~123 cm | ~130 cm |
Sebagai perbandingan, tinggi net voli putra adalah 243 cm. Ini berarti Hinata mampu melompat hingga tangannya berada hampir 1 meter di atas net. Angka loncatan murni 123-130 cm ini bahkan melampaui rata-rata atlet NBA elit yang biasanya berkisar di angka 70-90 cm.
Banyak yang mengira ini hanyalah "keajaiban anime", namun ada dasar fisik yang cukup logis di balik kemampuan terbang Hinata:
Sejak SMP, Hinata harus bersepeda melewati jalanan pegunungan yang terjal selama 30 menit setiap hari. Latihan tanpa sadar ini membangun otot paha (quadriceps) dan betis yang sangat kuat, yang merupakan kunci utama daya ledak saat melompat.
Setelah mengikuti kamp pelatihan, Hinata belajar bahwa melompat bukan sekadar menggunakan kekuatan kaki, tapi juga momentum. Ia mempelajari teknik di mana ia mengubah kecepatan lari horizontal menjadi kekuatan vertikal dengan tumpuan kaki yang tepat, menghasilkan daya angkat yang jauh lebih besar.
Dengan berat badan yang ringan namun padat otot, Hinata memiliki rasio kekuatan terhadap berat badan yang luar biasa. Tubuhnya yang lincah memudahkan otot-ototnya untuk melontarkan tubuhnya ke atas tanpa beban lemak berlebih. (Z-4)
Karasuno berhasil memenangkan pertandingan ini dengan skor langsung 2-0 (25-19, 25-22). Kemenangan ini sangat emosional karena menjadi ajang pembuktian bagi Asahi Azumane
Meskipun Ushijima akhirnya mengalami kekalahan di tangan Karasuno, posisinya sebagai salah satu pemain terkuat tidak tergoyahkan.
Kemampuan utama yang membuat Kei Tsukishima begitu disegani adalah penguasaannya terhadap teknik Read Blocking. Berbeda dengan Guess Blocking yang mengandalkan insting
Pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan telak bagi tim Hinata. Namun, momen krusial terjadi saat Kageyama meneriaki Hinata, mempertanyakan apa yang telah ia lakukan
Setelah lulus SMA, Hinata mengambil keputusan berani dengan pergi ke Brazil untuk bermain voli pantai. Alasan strategisnya adalah untuk mengasah kemampuan individual secara ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved