Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI para penggemar anime Haikyuu!!, nama Hinata Shoyo identik dengan semangat pantang menyerah meski memiliki keterbatasan fisik. Sejak episode pertama, motivasi utama Hinata terjun ke dunia voli adalah karena ia melihat sosok "Raksasa Kecil" (Little Giant) dari SMA Karasuno yang mampu mendominasi lapangan meski bertubuh pendek. Namun, hingga akhir cerita, Hinata justru tidak mewarisi julukan tersebut. Mengapa demikian?
Julukan "Raksasa Kecil" bukanlah gelar umum bagi pemain pendek, melainkan julukan spesifik untuk Tenma Udai. Ia adalah ace legendaris Karasuno yang membawa tim tersebut ke kejuaraan nasional bertahun-tahun sebelum era Hinata. Tenma memiliki kemampuan melompat yang luar biasa dan teknik spike yang mampu memanipulasi blocker lawan.
Hinata Shoyo memang terinspirasi oleh Tenma, namun ada alasan fundamental mengapa ia tidak pernah benar-benar menjadi "Raksasa Kecil Kedua".
Raksasa Kecil (Tenma Udai) bermain sebagai Wing Spiker atau Ace murni yang bertarung sendirian melawan tembok tinggi lawan. Sementara itu, Hinata Shoyo berevolusi menjadi sesuatu yang berbeda. Berkat kerja samanya dengan Kageyama Tobio, Hinata menjadi "The Greatest Decoy" atau Umpan Terhebat. Ia tidak hanya mencetak angka, tapi keberadaannya di lapangan membuka jalan bagi rekan setimnya untuk mencetak poin.
Dalam salah satu momen krusial di kejuaraan nasional, Hinata akhirnya bertemu dengan Tenma Udai yang sudah pensiun dari voli. Di titik ini, Hinata menyadari bahwa ia tidak perlu menjadi bayang-bayang orang lain. Ia melepaskan obsesinya menjadi "Raksasa Kecil" dan memilih untuk membangun reputasinya sendiri sebagai Hinata Shoyo dari Karasuno.
Secara teknis, dalam cerita Haikyuu, pemain yang lebih pantas menyandang gelar Raksasa Kecil di era modern adalah Hoshiumi Korai dari SMA Kamomedai. Hoshiumi memiliki paket lengkap: servis mematikan, pertahanan solid, dan kemampuan udara yang jauh lebih matang daripada Hinata di masa SMA.
Meskipun Hinata terlihat sangat kecil di lapangan, tahukah Anda bahwa ia bukanlah pemain terpendek di seri ini? Berikut adalah daftar tinggi badan beberapa pemain kunci (data diambil dari profil resmi masa SMA):
| Nama Pemain | Sekolah | Tinggi Badan |
|---|---|---|
| Hakuba Gao | Kamomedai | 203.3 cm |
| Hyakuzawa Yudai | Kakugawa | 201.2 cm |
| Lev Haiba | Nekoma | 194.5 cm |
| Takanobu Aone | Date Tech | 191.8 cm |
| Tsukishima Kei | Karasuno | 188.3 cm |
| Ushijima Wakatoshi | Shiratorizawa | 189.5 cm |
| Kageyama Tobio | Karasuno | 180.6 cm |
| Oikawa Tooru | Aoba Johsai | 184.3 cm |
| Hinata Shoyo | Karasuno | 162.8 cm - 164.2 cm |
| Hoshiumi Korai | Kamomedai | 169.2 cm |
| Nishinoya Yuu | Karasuno | 159.3 cm |
Nishinoya Yuu adalah pemain terpendek di tim Karasuno, bertugas sebagai Libero yang tidak memerlukan tinggi badan untuk melakukan smash, namun memiliki refleks luar biasa.
Hinata Shoyo mengajarkan kita bahwa julukan tidaklah sepenting kontribusi nyata di lapangan. Ia mungkin tidak dijuluki Raksasa Kecil, namun ia berhasil membuktikan bahwa pemain pendek bisa menjadi ancaman paling menakutkan bagi tim lawan di tingkat dunia. (Z-4)
_Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved