Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM dunia anime Haikyuu!!, tinggi badan sering kali dianggap sebagai aset paling berharga. Namun, dua karakter mendobrak stigma tersebut: Hinata Shoyo dan Korai Hoshiumi. Keduanya memperebutkan gelar prestisius yang pernah disandang oleh legenda Karasuno, yaitu Raksasa Kecil atau Little Giant.
Meskipun memiliki postur tubuh yang hampir serupa, keduanya memiliki pendekatan yang sangat berbeda terhadap olahraga voli. Berikut adalah analisis mendalam mengenai perbandingan kedua pemain berbakat ini.
Hinata Shoyo memulai perjalanannya di SMA Karasuno dengan satu modal utama: kecepatan dan insting. Sebagai Middle Blocker, posisi yang biasanya diisi oleh pemain tertinggi dalam tim, Hinata adalah sebuah anomali.
Di Karasuno, Hinata menjabat sebagai The Greatest Decoy atau Umpan Terkuat. Perannya bukan hanya mencetak poin, tetapi mengacaukan konsentrasi blocker lawan agar penyerang lain bisa memukul bola tanpa hambatan.
Kemampuan utama Hinata terletak pada koordinasi mata dan tangan yang luar biasa serta stamina yang seolah tidak terbatas. Senjata rahasianya adalah serangan cepat (freak quick) bersama Kageyama Tobio.
Jika Hinata adalah pemain yang baru belajar menjadi lengkap, Korai Hoshiumi datang ke turnamen nasional sebagai paket sempurna. Mewakili SMA Kamomedai, Korai adalah sosok yang paling mendekati definisi Little Giant dalam hal kemampuan teknis.
Berbeda dengan Hinata, Korai menempati posisi Outside Hitter. Ini adalah posisi yang menuntut kemampuan menyerang sekaligus bertahan yang sama baiknya. Korai adalah tumpuan serangan sekaligus benteng pertahanan bagi Kamomedai.
| Fitur | Hinata Shoyo | Korai Hoshiumi |
|---|---|---|
| Tinggi Badan | 164,2 cm | 169,2 cm |
| Posisi | Middle Blocker | Outside Hitter |
| Sekolah | SMA Karasuno | SMA Kamomedai |
| Kekuatan Utama | Kecepatan & Refleks | Teknik & All-Round |
Sekolah tempat mereka bernaung juga mencerminkan gaya bermain mereka. Karasuno dikenal sebagai sekolah yang gagah berani dan selalu berevolusi dengan serangan agresif. Sebaliknya, Kamomedai adalah tim dengan pertahanan blok yang sangat disiplin dan sistematis.
Secara teknis di masa SMA, Korai Hoshiumi lebih unggul karena penguasaan teknik dasar voli yang sempurna. Namun, Hinata Shoyo memberikan dimensi baru pada permainan dengan perannya sebagai umpan. Rivalitas keduanya membuktikan bahwa di lapangan voli, tinggi badan bukanlah segalanya jika Anda memiliki tekad untuk melampaui batas. (Z-4)
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Timnas Jepang dalam arc Olimpiade Tokyo digambarkan sebagai tim yang sangat solid dengan kombinasi kekuatan serangan dan pertahanan yang hampir sempurna.
Hinata Shoyo memang terinspirasi oleh Tenma, namun ada alasan fundamental mengapa ia tidak pernah benar-benar menjadi "Raksasa Kecil Kedua".
Mereka adalah ahli dalam Ground Defense. Namun, dalam voli modern yang digambarkan Haruichi Furudate, pertahanan sejati dimulai dari net. Di sinilah Kamomedai berkuasa.
Kemenangan Karasuno atas Nekoma bukan hanya tiket ke babak perempat final (di mana mereka kemudian menghadapi Kamomedai), tetapi juga penutup janji Pelatih Ukai dan Pelatih Nekomata.
Kombinasi antara bakat mentah Hinata-Kageyama, pertahanan besi Daichi-Nishinoya, dan kecerdasan Tsukishima menjadikan Karasuno tim yang unik.
Timnas Jepang dalam arc Olimpiade Tokyo digambarkan sebagai tim yang sangat solid dengan kombinasi kekuatan serangan dan pertahanan yang hampir sempurna.
Hinata Shoyo memang terinspirasi oleh Tenma, namun ada alasan fundamental mengapa ia tidak pernah benar-benar menjadi "Raksasa Kecil Kedua".
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved