Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI dan penulis lagu asal Tulungagung, Febinda Tito, resmi merilis album terbaru bertajuk Terbentur, Terbentur, Terbentur. Karya ini menjadi representasi jujur dari perjalanan panjang sang musisi dalam menghadapi kegagalan, kelelahan emosional, hingga upaya bertahan di bawah tekanan ekspektasi hidup dan asmara.
Lahir dari proses yang penuh ketidaktahuan dan keterbatasan, album ini digarap secara lebih mandiri oleh Tito.
Menariknya, dalam proses produksi, ia kembali berkolaborasi dengan dua produser yang telah menemaninya sejak era amatir di album pertama, yakni Wildan Ruruh dan Windu Airlangga.
Kebersamaan mereka dalam menghadapi keraguan dan tekanan di setiap tahap produksi justru membentuk cara baru bagi Tito dalam memahami musik dan jati dirinya.
Melalui judul Terbentur, Terbentur, Terbentur, Tito tidak bermaksud menyampaikan keluhan. Judul tersebut merupakan sebuah pengakuan bahwa jatuh bisa terjadi berkali-kali, dan bertahan tidak selalu berarti harus bangkit dengan gegap gempita.
Lewat rangkaian lagu di dalamnya, ia merajut cerita tentang perasaan yang sulit usai, posisi menjadi pilihan kedua, harapan yang tertunda, hingga fase berdamai dengan diri sendiri.
"Album ini bukan tentang solusi untuk berhasil. Tapi tentang menemani perasaan tidak nyaman yang kebingungan menemukan tempatnya untuk dirayakan," ujar Febinda Tito mengenai pesan utama karyanya.
Secara musikalitas, album ini menawarkan dinamika yang kuat dengan memadukan nuansa musik band khas era 2000-an dan sentuhan pop modern. Kombinasi ini memberikan ruang emosional dan energi yang berbeda di setiap lagunya.
Sebagai jembatan menuju optimisme, Tito menghadirkan lagu Damai Sentosa sebagai focus track. Lagu bernuansa upbeat ini dirancang untuk memberikan "ruang bernapas" di tengah perjalanan emosional album yang penuh benturan. (Z-1)
Dalam keseharian yang sepenuhnya ia atur sendiri, Aruma mulai disiplin menjaga waktu tidur dan menyisakan ruang jeda di tengah kesibukan.
Direkam dalam rentang waktu 2023 hingga 2025, album More Time milik Elephant Kind lahir dari perpaduan energi antara hiruk-pikuk Jakarta dan kesunyian introspektif London.
PIKOTARO berhasil mengemas proses belajar ke kamar mandi menjadi sebuah perayaan musik yang penuh warna.
Brilyan Pratama mengungkapkan bahwa lagu dari WUSS ini merupakan akumulasi dari perasaan campur aduk yang dialami para personel WUSS dalam tiga tahun terakhir.
Ide pembuatan remix ini bermula saat Winky Wiryawan menyiapkan set khusus untuk penampilannya di festival PestaPora.
Album Sunshine akan menjadi karya terbaru Jungle setelah kesuksesan masif album Volcano pada 2023.
Direkam dalam rentang waktu 2023 hingga 2025, album More Time milik Elephant Kind lahir dari perpaduan energi antara hiruk-pikuk Jakarta dan kesunyian introspektif London.
Brilyan Pratama mengungkapkan bahwa lagu dari WUSS ini merupakan akumulasi dari perasaan campur aduk yang dialami para personel WUSS dalam tiga tahun terakhir.
Album Sunshine akan menjadi karya terbaru Jungle setelah kesuksesan masif album Volcano pada 2023.
Dalam EP ini, PREP merangkum nuansa jazz dekade 1970-an, musik rock dan soul ala West Coast Amerika Serikat, serta teknik produksi khas era 80-an.
Penyanyi cilik Chelsea Felicia kembali meramaikan industri musik anak Tanah Air dengan meluncurkan album kedua bertajuk My Precious Moments.
Secara filosofis, RANGR merupakan evolusi dari identitas sebelumnya yang bernama Ranger.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved