Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM MERCY menambah daftar thriller fiksi ilmiah yang mencoba membaca arah perkembangan teknologi dan dampaknya terhadap kehidupan manusia. Disutradarai Timur Bekmambetov, film ini mengambil latar tahun 2029 dan mengangkat cerita tentang sistem peradilan yang sepenuhnya bergantung pada kecerdasan buatan.
Cerita berpusat pada Detektif Chris Raven yang diperankan Chris Pratt. Ia terbangun dalam sebuah kursi penahanan bernama Mercy Chair setelah dituduh membunuh istrinya.
Dalam waktu 90 menit, Raven harus meyakinkan hakim berbasis AI bernama Judge Maddox bahwa dirinya tidak bersalah. Seluruh proses persidangan bergantung pada rekaman kamera pengawas, data digital, dan jejak daring yang tersimpan di cloud.
Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
“MERCY adalah misteri yang intens dan menegangkan, dengan pendekatan baru terhadap bahasa Screenlife,” ujar Bekmambetov.
Ia menambahkan bahwa cerita ini juga berbicara tentang bagaimana manusia saat ini berinteraksi dengan teknologi dalam kehidupan sehari-hari .
Chris Pratt menyebut konsep film ini berbeda dari thriller pada umumnya.
“Ini adalah cerita misteri yang sangat inventif dan tidak seperti apa pun yang pernah saya baca sebelumnya,” kata Pratt.
Ia menggambarkan MERCY sebagai film dengan banyak lapisan genre, mulai dari drama pengadilan hingga aksi dan fiksi ilmiah, tanpa meninggalkan fokus pada konflik karakter .
Rebecca Ferguson, yang memerankan Judge Maddox, menilai karakter AI dalam film ini tidak sekadar berfungsi sebagai alat naratif.
“Masalahnya, kita semakin mengharapkan akurasi, dan semakin sering kita perlu mempertanyakan apa yang disampaikan dunia digital kepada kita,” ujar Ferguson.
Menurutnya, film ini memperlihatkan keterbatasan kecerdasan buatan dalam memahami konteks dan emosi manusia.
Produser Charles Roven menyebut penggunaan banyak tampilan layar dan sumber visual menjadi tantangan tersendiri dalam proses produksi.
“Ini adalah pengalaman yang berbeda dari film dengan efek visual konvensional karena begitu banyak informasi hadir dalam satu frame,” katanya.
Alih-alih menawarkan gambaran masa depan yang jauh, MERCY memilih latar waktu yang relatif dekat. Pendekatan ini membuat isu yang diangkat pada di dalam film ini terasa relate dengan keadaan saat ini, mulai dari pengawasan digital hingga peran AI dalam pengambilan keputusan terasa dekat dengan realitas saat ini. (Z-1)
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Langkah ini diambil OpenAI untuk mendukung keberlanjutan akses gratis serta mendanai peluncuran paket langganan murah bertajuk ChatGPT Go.
FILM drama keluarga dengan sentuhan fiksi ilmiah (Sci-fi), Esok Tanpa Ibu segera tayang di bioskop, dibalut dengan pendekatan teknologi Artificial Intelligence (AI)
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
Fitur AI Google Photos kini mampu menghapus objek, mengedit foto dengan teks, dan mengganti latar, menjadikannya alternatif Photoshop yang praktis.
X berjanji akan melakukan perbaikan sistem internal agar fitur AI mereka, Grok, tidak disalahgunakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved