Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KERINDUAN penonton akan kisah puitis karya Pidi Baiq segera terobati. Film Sadali, yang merupakan sekuel dari Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu, dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 5 Februari 2026.
Di bawah arahan sutradara Kuntz Agus, film ini menjanjikan sebuah perjalanan emosional yang lebih dalam tentang pendewasaan dan rekonsiliasi masa lalu.
Layar lebar ini kembali menghadirkan Ajil Ditto sebagai pemeran utama, bersanding dengan deretan aktor lintas generasi seperti Adinia Wirasti, Hanggini, Chiara Brosnan, hingga Faiz Vishal.
Perpaduan talenta ini diharapkan mampu menghidupkan karakter-karakter kompleks dalam semesta cerita Pidi Baiq yang dikenal sederhana namun sarat makna.
Kisah dalam Sadali mengambil latar waktu tiga tahun setelah berakhirnya perjodohan Sadali dengan Arnaza serta kandasnya hubungan asmaranya dengan Meira.
Di usianya yang ke-26, Sadali memilih menepi ke Magelang untuk menata hidup baru sebagai seorang pelukis.
Ditemani Sunar, asisten pribadinya, Sadali sedang berada di titik krusial kariernya. Ia tengah mempersiapkan pameran tunggal yang menjadi pertaruhan besar dalam dunia seni yang ia geluti.
Namun, ketenangan yang ia bangun perlahan terusik ketika Budi, sahabat lamanya, datang membawa kabar mengejutkan: Meira akan segera menikah.
Keadaan menjadi kian rumit saat takdir mempertemukan kembali Sadali dengan Meira secara tidak terduga. Tidak berhenti di situ, ia juga harus menghadapi perjumpaan canggung dengan Arnaza.
Kehadiran dua sosok dari masa lalu ini membuka kembali luka lama dan pertanyaan-pertanyaan yang selama ini belum sempat terjawab.
Sebagai sutradara, Kuntz Agus dikenal memiliki kepekaan tinggi terhadap detail emosi. Dalam Sadali, ia mencoba menawarkan pengalaman menonton yang intim dan relevan, terutama bagi mereka yang pernah terjebak di antara penyesalan dan keinginan untuk melangkah maju.
Ajil Ditto, selaku pemeran utama, mengungkapkan harapannya agar pesan dalam film ini dapat tersampaikan dengan baik kepada khalayak luas.
"Aku berharap film Sadali ini bisa diterima sama penonton Indonesia. Kita membuat film ini dengan sepenuh hati, semoga sampai juga ke hati para penonton," tutur Ajil.
Secara keseluruhan, Sadali bukan sekadar drama romansa biasa. Film ini merupakan refleksi tentang bagaimana seseorang menentukan arah hidupnya saat dihadapkan pada pilihan sulit: terus mempertahankan kenangan masa lalu, atau menemukan makna baru dalam cinta dan karya seni.
Bagi para pencinta karya Pidi Baiq, film ini menjadi salah satu agenda wajib tonton pada awal 2026. (Z-1)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
FILM Dilan telah menjadi fenomena di masyarakat Indonesia, berawal dari sebuah novel karya Pidi Baiq, dunia Dilan terus berkembang menjadi film.
Pidi Baiq mengungkapkan kembali menulis lanjutan kisah Dilan lantaran dorongan masih banyak orang-orang yang menanyakan kelanjutan kisah tersebut.
Film Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu mengangkat kisah Sadali yang siap menuntut ilmu di Yogyakarta, namun takdir membawa dirinya terikat perjodohan dengan Arnaza
Dilan 1983 Wo Ai Ni bukanlah cerita cinta, melainkan film nostalgia persahabatan masa SD dari era 1980-an. Tayang mulai hari ini, 13 Juni 2024 di jaringan bioskop
Dalam film tersebut, Dilan baru saja pulang ke Bandung setelah dua tahun ikut bersama ayahnya yang merupakan tentara, bertugas di Timor-Timor (kini Timor Leste).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved