Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR mengenai absennya anime Doraemon dari layar kaca Indonesia setelah 35 tahun mengudara memicu gelombang nostalgia di media sosial.
Di balik sosok robot kucing biru yang menggemaskan, daya tarik utama serial ini terletak pada inovasi tanpa batas melalui alat-alat ajaib dari abad ke-22.
Meski sering kali bantuan teknologi ini berujung pada kekonyolan akibat kecerobohan Nobita, alat-alat tersebut telah menjadi bagian dari imajinasi kolektif lintas generasi.
1. Kantong Empat Dimensi (Kantong Ajaib)
Inilah sumber dari segala keajaiban. Kantong kecil yang menempel di perut Doraemon ini merupakan wadah penyimpanan berteknologi dimensi keempat.
Keistimewaannya terletak pada kapasitasnya yang tak terbatas; mampu menampung ribuan benda canggih, mulai dari yang berukuran saku hingga alat raksasa sekalipun.
Bagi para penggemar, kantong ini adalah simbol kemudahan hidup dan solusi instan atas segala permasalahan.
2. Mesin Waktu
Mesin waktu adalah alat yang memiliki nilai emosional paling tinggi. Terletak di dalam laci meja belajar Nobita, alat ini menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Sejarah dimulainya persahabatan mereka pun berawal dari sini, ketika Sewashi (cicit Nobita) mengirimkan Doraemon ke masa lalu untuk memperbaiki nasib sang kakek buyut. Mesin waktu bukan sekadar transportasi, melainkan saksi bisu berbagai pertemuan bersejarah dalam serial ini.
3. Pintu ke Mana Saja
Jika efisiensi adalah tujuannya, maka Pintu ke Mana Saja adalah juaranya. Pintu berwarna merah muda ini mampu melompati ruang dan waktu secara instan.
Hanya dengan memikirkan lokasi tujuan sambil memegang gagang pintu, pengguna akan langsung tiba di tempat yang diinginkan.
Alat ini menjadi yang paling diidamkan oleh penonton karena mampu menembus batas geografis dalam sekejap mata.
4. Baling-Baling Bambu
Sebagai alat transportasi udara paling praktis, Baling-Baling Bambu adalah perangkat yang paling sering digunakan Doraemon, Nobita, Shizuka, Giant, dan Suneo untuk berpetualang.
Cukup ditempelkan di bagian kepala, alat ini memberikan kemampuan terbang secara instan. Kesederhanaan bentuknya yang kontras dengan fungsinya yang luar biasa menjadikan alat ini sebagai ikon visual yang paling melekat pada serial Doraemon.
5. Kamera Dress Up
Doraemon juga memiliki solusi instan untuk urusan mode melalui Kamera Dress Up. Alat ini memungkinkan seseorang berganti pakaian tanpa harus melepaskan baju yang sedang dikenakan.
Cukup dengan memasukkan gambar desain pakaian ke dalam kamera lalu memotret target, pakaian target akan langsung berubah sesuai desain tersebut. Kamera ini sering kali menjadi penyelamat di saat-saat darurat atau ketika mereka membutuhkan kostum khusus untuk berpetualang.
Meski penayangannya di layar kaca kini menuai spekulasi, kecanggihan alat-alat ajaib Doraemon akan tetap menjadi standar emas dalam dunia imajinasi fiksi ilmiah bagi masyarakat Indonesia. (Ant/Z-1)
Ryan Hurst resmi didapuk sebagai pemeran utama dalam serial God of War besutan Sony Pictures Television dan Amazon MGM Studios tersebut.
Bertajuk Booster Pack 06 (BP06): Argent Allies & Bestial Blades, set kartu yang diluncurkan pada 23 Januari ini hadir sebagai bagian dari perayaan besar hari jadi ke-60 Ultraman.
Berbeda dengan Legaly Blonde yang berlatar dunia hukum dan universitas, serial Elle akan membawa penonton kembali ke masa SMA.
Bercinta Dengan Maut
Serial drama Korea Siren’s Kiss menyoroti kisah penuh intrik antara seorang penyelidik asuransi dan seorang perempuan misterius yang berada di pusat pusaran kematian.
Demi menghidupkan karakter utama di serial Algojo, Arya rela menghabiskan waktu selama dua bulan untuk mendalami teknik bela diri dan melakukan riset mendalam ke sisi kelam dunia jalanan.
Ayu Laksmi mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih kreatif dalam menjalin komunikasi dengan kerabat saat Lebaran.
Cerita berfokus pada Sarah (Revalina S Temat), yang awalnya menjalani hidup harmonis bersama suaminya, Satrio (Gunawan Sudrajat), dan putri remaja mereka, Laila (Annisa Kaila).
Isu yang diangkat film Tunggu Aku Sukses Nanti merupakan refleksi dari apa yang sering dirasakan orang banyak ketika momen mudik atau silaturahmi berlangsung.
Afgan didapuk membintangi film terbaru berjudul Tunggu Aku Sukses Nanti karya sutradara Naya Anindita.
Kehadiran cuplikan film The Devil Wears Prada 2 di YouTube pada Senin (2/2) langsung memicu antusiasme global, meraup hingga 4,2 juta penayangan hanya dalam waktu 13 jam pertama.
Langkah berani ini diambil Amanda Manopo untuk memberikan pembeda yang signifikan antara karakter Tina di versi film Caper dengan versi serial yang pernah diperankannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved