Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI 2026, antusiasme industri gim mencapai puncaknya dengan kehadiran judul raksasa seperti Grand Theft Auto 6. Namun, di tengah dominasi gim live-service yang kian menjamur, para pemain mulai merindukan pengalaman single-player yang berfokus pada cerita kuat dan mekanisme unik. Momen ini menjadi waktu yang sangat tepat bagi beberapa franchise legendaris untuk kembali ke panggung utama.
1. Infamous
Sudah lebih dari satu dekade sejak Infamous Second Son (2014) memukau para gamer.
Dengan tren kekuatan super yang masih tinggi, penggemar menanti petualangan baru dengan sistem moralitas yang bisa memanfaatkan kecanggihan perangkat keras PlayStation terbaru.
2. Lost Planet
Lost Planet adalah seri unik yang berhasil memadukan third-person shooting dengan mekanisme bertahan hidup di tengah suhu planet ekstrem yang membeku.
Setelah absen 13 tahun, survei terbaru dari Capcom mengenai potensi remaster memberikan harapan baru bagi kembalinya seri ini.
3. Titanfall
Sejak Titanfall 2 (2016) dirilis, seri ini seolah dianaktirikan demi kesuksesan Apex Legends. Padahal, mekanisme pertempuran robot Titan dan gerakan parkour yang cair tetap tak tertandingi di genre FPS.
Mendekati ulang tahunnya yang ke-10, tahun 2026 adalah momen krusial bagi Respawn untuk mengumumkan seri ketiga guna membayar kerinduan komunitas setianya.
4. Devil May Cry
Meski ada versi mobile, penggemar tetap mendambakan sekuel utama setelah suksesnya DMC 5 tujuh tahun lalu.
Dengan selesainya proyek Dragon's Dogma 2, kini waktu yang tepat bagi sutradara Hideaki Itsuno untuk kembali ke dunia Dante.
5. NieR
Setelah NieR: Automata meledak di pasar global, belum ada entri baru selain gim mobile yang kini telah ditutup.
Rumor mengenai pengumuman besar di perayaan ulang tahun ke-9 Automata memicu spekulasi tinggi. Penggemar berharap adanya sekuel atau spin-off yang mampu membawa narasi filosofis khas Yoko Taro kembali ke layar lebar tahun ini.
6. Ace Attorney
Meskipun Capcom rajin merilis paket remaster, entri orisinal terakhir dari petualangan pengacara fenomenal ini sudah dirilis sejak 2017.
Karakter-karakter ikonik dengan humor cerdas serta drama ruang sidang yang menegangkan sangat dirindukan.
Tahun 2026 dianggap waktu yang pas untuk sebuah kebangkitan modern dengan kasus-kasus yang lebih segar.
7. Beyond Good and Evil 2
Diumumkan pertama kali pada 2008, game ini terjebak dalam "neraka pengembangan" yang panjang. Mendekati peringatan 20 tahun sejak pengumuman awalnya, tahun 2026 diharapkan membawa trailer baru atau kepastian jendela rilis.
8. Killzone
Dengan nuansa fiksi ilmiah militer yang kelam, Killzone bisa menjadi alternatif segar di tengah dominasi Call of Duty. Setelah terakhir kali muncul di awal era PS4, pengumuman seri baru di 2026 bisa menjadi tajuk utama bagi masa depan konsol PlayStation.
9. The Wolf Among Us 2
Meski didera rumor pembatalan, sekuel dari Telltale Games ini masih sangat dinanti. Setelah siklus produksi selama 9 tahun, penggemar berharap tahun 2026 membawa kejelasan mengenai nasib detektif Bigby Wolf.
10. The Evil Within
Seri horor psikologis garapan Shinji Mikami ini memiliki potensi besar untuk kembali, terutama setelah akuisisi Tango Gameworks oleh Krafton. Kesuksesan game horor modern seperti Alan Wake 2 membuktikan bahwa pasar masih sangat meminati genre ini. (YouTube/360 GAMER/Z-1)
Tahun ini tampaknya menjadi panggung bagi karakter-karakter kompleks, mulai dari sosiopat yang manipulatif hingga pengacara dengan konflik moral yang mendalam.
Serial drama Korea Our Universe mengisahkan dinamika dua ipar yang terpaksa mengesampingkan perbedaan karakter demi membesarkan keponakan mereka.
Serial My Page In The 90's menawarkan perpaduan unik antara nuansa nostalgia era 90-an dengan perspektif modern melalui kisah romansa lintas waktu yang emosional.
Di serial Spider-Noir, Nicolas Cage berperan sebagai Ben Reilly, seorang detektif swasta yang tengah berada di titik terendah hidupnya.
Berdasarkan data internal Rakuten Viki, genre romansa tetap mengukuhkan posisinya sebagai tontonan nomor satu bagi penonton di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved