Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Memotret Belenggu Lewat Bising: Skaeta Rilis Album New Chains, Same Shackles

Basuki Eka Purnama
04/1/2026 11:10
Memotret Belenggu Lewat Bising: Skaeta Rilis Album New Chains, Same Shackles
Skaeta(MI/HO)

ADA masa ketika hidup terasa seperti ruang tunggu dengan lampu yang terlalu terang, namun pintunya tidak pernah terbuka. Perasaan stagnan inilah yang melatarbelakangi lahirnya New Chains, Same Shackles, album terbaru dari musisi breakcore asal Banjarbaru, Skaeta.

Resmi dirilis pada 18 Desember 2025 di bawah naungan label elektronik asal Surabaya, Anti.Trust Records, album ini hadir sebagai catatan personal yang jujur. 

Skaeta merangkum periode hidupnya antara 2020 hingga 2022—sebuah fase ketika dunia mengecil akibat pandemi, sementara isi kepala membesar dan arah hidup terasa kabur.

Dalam album ini, genre depressed breakcore dan noise emosional bukan sekadar pilihan gaya musik, melainkan sebuah pelarian. 

Skaeta menempatkan referensi seperti Sewerslvt, Machine Girl, hingga Death’s Dynamic Shroud sebagai teman perjalanan dalam merangkai kekacauan yang terasa masuk akal.

“Jadi ya, proyek album ini lahir dari campuran kegelisahan, pandemi, anxious nights, depressed breakcore sebagai pelarian, dan kebutuhan buat ngelepas semua yang udah lama ngendap. Semacam cara buat ngejelasin ulang versi aku tentang ‘rantai’ dan ‘kebebasan’,” jelas Skaeta.

Antara Perubahan dan Beban Lama

Judul New Chains, Same Shackles menjadi tamparan tentang realitas perubahan. Skaeta seolah ingin menyampaikan bahwa mengganti rutinitas atau lingkungan tidak serta-merta menghapus beban lama. 

Secara musikal, ia memilih estetika yang tidak rapi; suara yang pecah, sample yang dipotong agresif, dan ritme yang meledak tanpa permisi.

Meski terdengar kacau, ada emosi yang dijaga tetap utuh di baliknya. Album ini dikerjakan secara mandiri, mulai dari penulisan, sampling, aransemen, hingga mixing. 

"Semuanya aku pegang biar *feel* dan identitasnya tetap konsisten sama apa yang aku bayangin," tambahnya. 

Meski dikerjakan sendiri, ia tetap melibatkan teman terdekat sebagai pendengar pertama untuk memberikan umpan balik jujur.

Kolaborasi Visual dan Dedikasi

Sisi visual album ini digarap oleh Bagussatya, seniman asal Pati yang dikenal melalui karya-karya perlawanannya. Kolaborasi ini memperkuat karakter album yang akan tersedia melalui laman Bandcamp resmi Anti.Trust Records.

Di luar proyek ini, Skaeta tetap aktif bergerak di jalur musik lain, mulai dari proyek musik house yang lebih ringan hingga keterlibatannya di program Infinite Crossover pada Voices Radio. Namun, bagi Skaeta, New Chains, Same Shackles memiliki tempat tersendiri sebagai bentuk katarsis.

“Album New Chains, Same Shackles dibuat tanpa target besar. Tidak mencoba mendefinisikan generasi. Tidak ingin menyelamatkan siapa pun. Album ini hanya ingin jujur pada satu hal: apa yang menumpuk di kepala, lalu dilepaskan pelan-pelan lewat suara," tutup Skaeta sembari memberikan catatan kecil bagi kucing kesayangannya, Rest in Peace, Moon. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya