Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Skandal Ketamine Matthew Perry, Dr. Mark Chavez Divonis Tahanan Rumah

Basuki Eka Purnama
17/12/2025 12:02
Skandal Ketamine Matthew Perry, Dr. Mark Chavez Divonis Tahanan Rumah
Dr. Mark Chavez yang divonis dalam kasus kematian Matthew Perry(AFP/Patrick T. Fallon)

KASUS kematian tragis bintang serial Friends, Matthew Perry, memasuki babak baru dalam proses hukumnya. Dr. Mark Chavez, salah satu dokter yang terlibat dalam jaringan distribusi narkoba ilegal untuk sang aktor, resmi dijatuhi hukuman delapan bulan tahanan rumah dan tiga tahun masa percobaan (supervised release).

Chavez menjadi orang kedua yang menerima vonis dari total lima orang yang didakwa dalam kasus ini. Sebelumnya, Dr. Salvador Plasencia telah lebih dulu dijatuhi hukuman 30 bulan penjara atas peran serupa.

Jaringan Distribusi Ilegal

Berdasarkan hasil investigasi federal, Chavez mengakui perannya dalam memasok ketamine kepada Perry melalui skema yang manipulatif. Dokter asal San Diego ini mendapatkan zat anestesi tersebut dari kliniknya sendiri dan distributor grosir melalui resep palsu.

Dalam perjanjian pengakuannya pada Oktober 2024, Chavez mengaku menggunakan nama mantan pasiennya tanpa izin untuk menebus 30 tablet ketamine. 

Ia kemudian menjual 22 vial cairan ketamine dan sembilan tablet kepada Dr. Salvador Plasencia, yang bertindak sebagai pemasok langsung bagi Perry.

Eksploitasi dan Kelalaian Medis

Kasus ini menarik perhatian publik bukan hanya karena keterlibatan tenaga medis, tetapi juga karena perilaku predatoris yang terungkap melalui bukti pesan singkat. Jaksa mengungkapkan bahwa Chavez dan Plasencia sempat mendiskusikan cara mengambil keuntungan finansial dari kecanduan yang diderita Perry.

Dalam salah satu percakapan teks yang menjadi bukti kunci, Plasencia secara keji menulis kepada Chavez: "I wonder how much this moron will pay" (Aku penasaran berapa banyak yang akan dibayar oleh si bodoh ini).

Perry, yang memang memiliki riwayat panjang perjuangan melawan depresi dan kecanduan, awalnya menggunakan ketamine sebagai terapi medis resmi. Namun, ketergantungan membuatnya mencari pasokan lebih di luar dosis yang ditentukan, yang kemudian membawanya masuk ke dalam lingkaran "jaringan narkoba bawah tanah" Hollywood.

Akhir Karier dan Konsekuensi Hukum

Meski Chavez menghadapi ancaman maksimal 10 tahun penjara, kerja samanya dalam penyelidikan membuatnya mendapatkan vonis tahanan rumah. Namun, sebagai bagian dari kesepakatan hukum, ia telah menyerahkan paspor dan lisensi praktiknya, yang secara efektif mengakhiri karier medisnya.

Hingga saat ini, tiga tersangka lainnya masih menunggu jadwal vonis dalam beberapa bulan ke depan. Mereka adalah Kenneth Iwamasa (asisten pribadi Perry), Erik Fleming, dan Jasveen Sangha, seorang bandar yang dijuluki sebagai "Ketamine Queen".

Pemeriksaan post-mortem menyimpulkan bahwa aktor pemenang Emmy tersebut meninggal pada 2023 akibat efek akut ketamine yang menyebabkan konsentrasi tinggi dalam darahnya. 

Tragedi ini menjadi pengingat keras akan bahaya penyalahgunaan obat-obatan resep dan eksploitasi yang dilakukan oleh oknum di lingkaran dalam selebritas. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya