Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM berdasarkan kisah nyata yang mengangkat profesi dokter forensik Polri, Autopsy: Dead Body Can Talk, secara resmi telah diluncurkan di Gedung Bakti Dharma Waspada STIK Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (29/11).
Film ini mengisahkan cerita tentang seorang dokter forensik terkenal, yakni Brigjen Polisi Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, D.F.M., Sp.F.
Lahirnya film ini juga berkat keahlian yang dimiliki oleh dokter tersebut dalam mengungkap kasus yang janggal.
"Film ini dibuat dengan tujuan menghibur sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya autopsi dalam pembuktian ilmiah sebuah tindak pidana," kata Direktur PT RINS Prime Entertainment, Rina Laurentie Sindunata melalui keterangan resmi, dikutip Senin (1/12).
Film yang diproduksi oleh PT RINS Prime Entertainment bekerja sama dengan PT Karya Kreatif Utama ini menggabungkan pendekatan scientific crime investigation dengan pengalaman supranatural yang dialami sang dokter forensik sepanjang penanganan berbagai kasus kematian tidak wajar.
Film ini mengisahkan keahlian Dr. Sumy Hastry yang dikenal dengan ketajamannya, tenang dan berpengalaman menangani kasus-kasus pembunuhan yang viral di Indonesia.
Dalam film ini, pengalaman empiris kedokteran forensik dipadukan dengan intuisi dan fenomena supranatural yang menjadi bagian perjalanan panjangnya.
"Pertama kali diberitahu Mbak Rina, saya kaget dan nggak percaya. Saya sering dipanggil podcast, tapi tidak pernah terpikirkan untuk difilmkan," katanya.
Tidak hanya menceritakan penangan kasus-kasus yang heboh di kalangan masyarakat Indonesia, Autopsy: Dead Body Can Talk juga menceritakan latar belakang akhirnya dia memilih jalur tersebut untuk karier di masa depannya.
Sementara itu, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K, yang turut terlibat dalam proses produksi, menjelaskan, pendekatan unik film ini sebagai horor forensik yang berakar dari kisah nyata.
"Film horor itu banyak, tapi kalau yang based on true event, itu lebih menggugah masyarakat," ungkapnya.
Pembuatan film ini dilakukan dengan cara yang profesional. Pembahasan teknis dalam penggarapan adegan-adegan forensik, mulai dari cara memotong tubuh hingga detail darah dalam berbagai kondisi.
"Kami ada training singkat tentang forensik. Ibu menyediakan konsultan yang membantu tim prostetik agar darahnya, cara memotongnya, semuanya akurat. Supranatural yang muncul bukan dibuat-buat. Itu based on her story," katanya.
Film ini diperankan oleh deretan aktor ternama, di antaranya Masayu Anastasia sebagai Dr. Sumy Hastry, Samuel Rizal, Ge Pamungkas, Rifnu Wakana, dan Ryuka Bunga serta sejumlah aktor pendukung lainnya. (Ant/Z-1)
The King's Warden sendiri merupakan sebuah drama sejarah atau sageuk yang mengangkat kisah emosional Raja Danjong, raja keenam dari Dinasti Joseon yang penuh dengan intrik politik.
Leo Pictures perkenalkan 10 aktor baru hasil online casting untuk film Jangan Buang Ibu. Simak daftar pemain dan perjalanan sukses Saputra Kori di sini.
Rio Dewanto menegaskan bahwa Pelangi di Mars dirancang agar pesan dan ceritanya dapat dicerna dengan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Dalam film Jangan Buang Ibu, Nirina Zubir bertransformasi secara drastis untuk memerankan karakter Ristiana melalui tiga fase usia yang berbeda.
Bagi Reza Rahadian, bergabung dalam jagat sinema Suzzanna merupakan penantian yang cukup panjang.
Mengisi suara karakter robot bernama Batik, Bimo tidak hanya sekadar memberikan vokal mekanis, melainkan menghadirkan sosok pelindung yang terinspirasi dari realitas kehidupan keluarga.
PAKAR psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, ikut bersuara soal kejadian bunuh diri seorang anak SD yang bunuh diri di NTT. Menurutnya, ini bukan hanya fenomena 'biasa
SELAIN di bidang pertanian, bioteknologi juga banyak dimanfaatkan dalam bidang peternakan, lingkungan, dan forensik. Ada teknik kloning, bioremediasi, dan sidik DNA.
SEJUMLAH keluarga korban kebakaran pabrik PT. Jati Perkasa Nusantara, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri (RS Polri)
TIM dokter Rumah Sakit (RS) Polri memastikan tujuh remaja yang jenazahnya ditemukan di Kali Bekasi, Jawa Barat tewas akibat tenggelam.
PSIKOLOG Forensik Reza Indragiri Amriel menyoroti peristiwa yang menewaskan tujuh remaja dalam pengamanan rencana tawur di Bekasi, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved