Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel dijadwalkan hadir di bioskop mulai 4 Desember 2025. Karya ini terinspirasi dari peristiwa nyata yang menimpa David Ozora, sebuah kasus yang sempat mengguncang publik beberapa tahun lalu.
Kisahnya menyoroti pergulatan batin Jonathan ketika hidupnya berubah drastis setelah putranya, David, jatuh koma akibat tindakan kekerasan yang dilakukan anak seorang pejabat berpengaruh.
Ketika peristiwa itu menyebar luas dan menjadi perhatian publik, Jonathan tidak berjalan sendirian. Ia ditemani dua sahabatnya, Melissa dan Rustam, dalam menuntut keadilan yang terasa semakin jauh karena pelaku mendapatkan berbagai kemudahan berkat jabatan sang ayah.
Film ini dipastikan bukan rekonstruksi kriminal, melainkan interpretasi yang memperlihatkan bagaimana bullying dan kekerasan meninggalkan dampak mendalam pada seseorang serta orang di sekitarnya. Ceritanya mengikuti perjalanan psikologis dan spiritual seorang ayah dalam menghadapi ketidakadilan saat anak kandungnya koma selama puluhan hari dan berusaha kembali bangkit, sekaligus menunjukkan bagaimana dukungan publik menjadi bagian dari proses pemulihannya.
Disutradarai oleh Umbara Brothers—Anggy Umbara dan Bounty Umbara—film ini diproduksi oleh Umbara Brothers Film berkolaborasi dengan VMS Studio, 786 Entertainment, Rumpi Entertainment, Makara Production, A&Z Films, dan Dbay Film Factory. Film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel dibintangi oleh Chicco Jerikho, Muzakki Ramdhan, Erdin Werdrayana, Tika Bravani, Donny Damara, Annisa Kaila, serta Mathias Muchus.
Jonathan (Chicco Jerikho) menghadapi kenyataan pahit ketika putranya, David Ozora (Muzakki Ramdhan), mengalami koma setelah menjadi korban penganiayaan oleh anak seorang pejabat berkuasa.
Kondisi David yang memburuk kemudian menyebar luas dan menarik simpati masyarakat dari berbagai latar belakang, mereka bersatu dalam doa demi hadirnya mukjizat untuk kesembuhannya.
Jonathan, bersama Melissa (Tika Bravani) dan Rustam (Rizky Hanggono), terus memperjuangkan keadilan di tengah sistem hukum yang tampak memihak, sebab Dennis (Erdin Werdrayana), sang pelaku penganiayaan, mendapat berbagai keuntungan berkat kekuatan dan posisi ayahnya, yang dikenal sebagai Penguasa Jakarta Selatan. (Nas/M-3)
AKTOR Chicco Jerikho, memerankan karakter Jonathan di film Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel. Film ini diangkat dari kisah nyata kasus penganiayaan David Ozora,
Pahala belum bisa memerinci waktu pasti pemanggilan Dedy. Klarifikasi dilakukan karena ada aset dia yang tidak dilaporkan.
KEJAKSAAN Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) menurunkan harga lelang mobil Jeep Wrangler Rubicon milik Mario Dandy Satrio, terpidana penganiayaan David Ozora.
Pengadilan Tinggi DKI Jakarta juga menguatkan putusan terhadap Shane Lukas, di mana vonis lima tahun penjara.
Putusan PT DKI Jakarta menguatkan putusan 12 tahun penjara Mario Dandy.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved