Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH dua tahun terakhir merilis single Datang Bulan, Vierratale kembali dengan karya terbaru berjudul Forevermore. Lagu ini mengangkat tema kerinduan mendalam seseorang kepada pasangannya, dibungkus dengan nuansa pop khas Vierratale yang easy listening namun sarat emosi.
"Sangat senang akhirnya bisa bikin single lagi yang digarap secara serius setelah sekian lama. Karena kesibukan kegiatan offair dan kesibukan usaha, kami sudah lama tidak produktif di dapur rekaman." ujar para personel Vierratale.
Secara lirik, Forevermore menggambarkan pergulatan perasaan antara kerinduan, kesepian, dan keinginan untuk mempertahankan cinta. Bait demi bait menuturkan tentang seseorang yang terus memikirkan pasangannya, merasa hampa sejak ditinggalkan, dan berharap bisa kembali dicintai apa adanya.
Refrain "I will be all you need forevermore" menjadi inti pesan lagu ini, yaitu janji setia sekaligus kerentanan hati dalam menghadapi cinta.
Forevermore diharapkan mampu menjadi soundtrack bagi pendengar yang tengah merasakan rindu, serta mempertegas eksistensi Vierratale sebagai salah satu band pop yang konsisten di industri musik Indonesia.
Mereka mengungkapkan, "Namun, di lagu ini, kami senang karena aransemen dan clip nya dibuat dengan style yg tidak biasanya. Suasana musik modern namun dengan notasi dan harmonisasi yang tetap dengan gaya Vierratale membuat lagu ini cukup memuaskan untuk kita rilis."
Video musik Forevermore mengusung konsep vintage, menampilkan karakter para personel Vierratale yang lebih dewasa namun tetap segar, sesuai arah musikal mereka saat ini.
"Doanya semoga teman2 bisa suka dan semoga lagu ini menginspirasi semua musisi Indonesia untuk tetap berkarya dan solid terus kalau punya band," pesan dan harapan para personel Vierratale.
Bekerja sama dengan Indomusik Records, Forevermore resmi dirilis pada 26 September 2025 dan sudah tersedia di seluruh platform digital. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved