Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI dan penulis lagu asal Indonesia, Saphira Adya, yang akrab disapa Saphira, resmi memperkenalkan karya terbarunya berjudul Lelah. Lagu ini menjadi single keempat dalam perjalanan karier musiknya, setelah sebelumnya merilis Remind Me of You, Letting You Go, dan Malam Melagu.
Dengan gaya penulisan lirik yang jujur, mentah, dan penuh nuansa personal, single Lelah lahir dari pengalaman pribadi Saphira yang dirasa relevan dengan banyak orang.
Di tengah era yang menuntut individu untuk selalu tampak kuat dan mandiri, lagu ini hadir sebagai ruang aman—sebuah pengingat bahwa kebutuhan untuk ditemani adalah hal yang wajar dan valid.
Proses produksi lagu Lelah melibatkan kolaborasi dengan Earspace, studio musik milik duo Endah N Rhesa. Mohammed Kamga (Kamga Mo) turut berperan sebagai vocal director, sementara Syady Abiyyu bertindak sebagai produser.
Kolaborasi ini menghasilkan kualitas produksi yang hangat dan profesional, memperkuat karakter emosional lagu tersebut.
Menilik perjalanan awal Saphira di dunia musik, kariernya bermula secara tidak terencana. Lagu pertamanya, Remind Me of You, ditulis sebagai hadiah personal untuk seseorang.
Dari proses sederhana itu, terbuka jalan baginya untuk terus menulis, hingga catatan hariannya perlahan berubah menjadi karya yang dapat dinikmati oleh banyak orang.
Dengan karakter vokal yang tulus dan lirik yang apa adanya, Saphira membangun identitasnya sebagai singer-songwriter yang otentik dan dekat dengan realita sehari-hari.
Sentuhan produksi yang khas membuat musiknya terdengar segar namun tetap relatable, menjadikannya sebagai portal nostalgia yang menghubungkan pendengar dengan sisi diri yang lebih jujur dan polos.
"Harapan aku lagu ini menjadi pengingat untuk kita selalu merayakan dan menerima perasaan-perasaan yang kita alami saat ini," ujar Saphira.
"Kalau rasanya lagi ingin sendiri, tak apa. Merasa butuh orang pun juga tak apa. Yang terpenting kita jujur, menerima, dan meng-embrace apa yang sebenarnya kita rasakan,” lanjutnya.
Meski banyak bercerita tentang cinta dan emosi personal, karya-karya Saphira dikenal sederhana namun mendalam.
Single Lelah kini telah tersedia di seluruh platform musik digital, siap menemani siapa saja yang sedang merayakan rasa—baik saat ingin sendiri maupun ketika membutuhkan kehadiran orang lain.
Tak berhenti di sini, Saphira tengah menyiapkan karya-karya baru dan sebuah album yang akan segera menyapa pendengar. Perjalanan musiknya masih terus berlanjut. Nantikan langkah berikutnya dari Saphira Adya. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved