Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Ari Irham berbagi cerita mengenai cara dirinya membangun emosi karakter Magnus dalam film terbarunya, Bertaut Rindu.
Karakter Magnus di film Bertaut Rindu merupakan sosok lelaki pendiam yang lebih memendam perasaannya, dengan menghadirkan emosi yang
beragam.
Ari mengaku menggunakan pewarna dari stabilo yang berbeda-beda untuk menyusun grafik emosi di naskah.
"Jadi di skenario itu saya menyiapkan ada tiga stabilo, ada grafik emosi yang saya tulis. Misalkan yang biru itu emosi yang ini, kuning untuk emosi yang ini, merah untuk emosi yang itu," ungkap Ari, dikuitp Jumat (25/7).
Namun, Ari tidak memungkiri bahwa menjaga emosi tetap konsisten sepanjang proses syuting tetap menjadi tantangan besar untuk dirinya. Hal ini lantaran terkadang proses syuting untuk mengambil adegan tidak berjalan secara berurutan.
"Lumayan sulit buat saya menjaga emosi itu supaya ga putus setiap scene by scene, karena kadang kita tuh syuting day one bisa langsung syuting ending," imbuhnya.
Selain memakai metode pewarna, Ari Irham juga mengaku terbantu oleh lagu-lagu dalam membangun emosinya mendalami peran Magnus.
"Dengerin lagu itu sangat membantu banget untuk menemukan titik emosi yang mana yang pasnya itu," tutur dia.
Ari Irham menambahkan bahwa skenario dalam film tersebut terasa personal baginya, khususnya permasalahan hubungan dengan orangtua.
"Ini lumayan cukup personal buat saya, karena saya dulu juga pernah punya masalah komunikasi sama orang tua saya," katanya.
Namun, lewat film Bertaut Rindu justru memberinya pelajaran mengenai berkomunikasi yang tepat dengan orangtua.
"Dan setelah film ini selesai, saya jadi bisa lebih seperti sahabat dengan orang tua saya sama mama dan sama papa," imbuhnya.
Bertaut Rindu, film produksi produksi SinemArt dengan sutradara Rako Prijanto itu, mengikuti kisah cinta remaja antara Jovanka (Adhisty Zara) dan Magnus (Ari Irham).
Magnus adalah seorang siswa SMA yang hidup dalam aturan ketat orangtuanya, membuatnya merasa hampa. Sementara Jovanka hadir dalam hidup Magnus yang membuatnya merasa ada dan dihargai.
Membuat tumbuh hubungan yang tidak hanya mempertemukan dua hati, tapi juga dua jiwa yang sama-sama terluka. Jovanka dan Magnus perlahan menemukan tempat aman satu sama lain dan keberanian untuk menghadapi dunia yang tak selalu ramah.
Tidak hanya menyajikan kisah cinta remaja, film Bertaut Rindu juga menuturkan cerita tentang hubungan keluarga dan keberanian untuk berusaha mewujudkan mimpi.
Film Bertaut Rindu dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 31 Juli 2025. (Ant/Z-1)
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Aktor pemenang Piala Emmy, Timothy Busfield, 68, telah menjalani persidangan perdana setelah menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Albuquerque, New Mexico.
Nopek Novian mengaku melakukan riset mendalam dengan mengamati berbagai referensi aktor yang pernah memerankan tokoh serupa, salah satunya adalah budayawan senior Sujiwo Tejo.
Menurut Oki Rengga, keberanian untuk mencoba genre yang berbeda merupakan upayanya untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas akting di industri film tanah air.
Keberhasilan Oki Rengga dalam membawakan dialek Jawa tanpa jejak dialek Sumatra di film Sebelum Dijemput Nenek mengundang rasa penasaran mengenai proses pendalaman karakternya.
Melampaui sekadar akting di depan kamera, para aktor seperti Sri Isworowati, Dodit Mulyanto, hingga Oki Rengga harus menghadapi tantangan fisik dan emosional yang cukup berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved